Sekilas Mengenai Dampak Heatwave di UK Tahun 2026

Friday, 7 August 2026

Met Office UK selaku Badan Layanan Meteorologi mengatakan bahwa heatwave terjadi apabila suhu maksimum harian melampaui ambang batas normal (threshold) dalam kurun waktu tiga hari atau lebih secara berturut-turut. Ambang batas tersebut berbeda-beda di setiap wilayah Inggris, dengan kisaran sekitar 25-28 derajat Celsius pada musim panas. Suhu tertinggi di UK pada peristiwa ini dapat mencapai 34–40 derajat Celsius. 

Berbeda dengan Indonesia yang beriklim tropis, suhu pada musim kemarau umumnya dapat mencapai sekitar 33 derajat Celsius. Sementara itu, di UK yang memiliki empat musim, suhu tersebut sudah tergolong sebagai heatwave. Selain dipengaruhi oleh letak geografis yang jauh dari garis khatulistiwa, infrastruktur dan bangunan di UK juga tidak dirancang untuk beradaptasi dengan cuaca panas. 

Sebelumnya, UK juga telah beberapa kali mengalami gelombang panas, dengan kejadian terbaru pada tahun 2022. Saat itu, heatwave menimbulkan kerugian yang cukup besar, mulai dari sekitar 3.000 kematian hingga warga di sejumlah wilayah memilih mengungsi ke Prancis untuk menghindari suhu yang ekstrem. 

Memasuki tahun ini, UK kembali dilanda heatwave yang telah berlangsung sejak Mei hingga Agustus. Sejumlah media lokal melaporkan bahwa selama kurun waktu sekitar tiga hingga empat bulan tersebut, gelombang panas telah terjadi sebanyak lima kali.

Apa saja kerugian yang telah ditanggung selama heatwave ini terjadi?

Selama dua bulan pertama heatwave berlangsung, UK mencatat lonjakan angka kematian yang tidak normal, yaitu mencapai sekitar 2.700 jiwa. Tim peneliti mengatakan bahwa setengah dari kematian tersebut disebabkan oleh gelombang panas. Dari total tersebut, sekitar 550 orang meninggal pada gelombang panas pertama yang terjadi pada akhir Mei, sedangkan sekitar 2.200 orang meninggal pada gelombang panas kedua pada bulan Juni.

Sektor pertanian juga mengalami kerugian berupa penurunan produksi pangan yang dipicu oleh kekeringan. Curah hujan selama periode heatwave hanya mencapai sekitar 8% dari rata-rata normal. Berkurangnya pasokan air irigasi membuat tanaman mengalami kekurangan air. Bahkan, tinggi tanaman gandum hanya mencapai sekitar setengah dari kondisi normal saat sudah siap dipanen.

Heatwave juga berdampak terhadap aktivitas sosial ekonomi. Layanan kereta api mengalami penundaan, bahkan dibatalkan karena tingginya risiko rel melengkung yang dapat memicu derailment. Di sisi lain, layanan Tube atau kereta bawah tanah di UK tidak dilengkapi dengan sistem pendingin udara, sehingga suhu di dalam gerbong menjadi sangat tidak nyaman bagi para penumpang. Ribuan sekolah dan tempat penitipan anak juga menghentikan sementara kegiatan operasionalnya.

Dampak heatwave juga dirasakan oleh perumahan lokal. Sebagian besar rumah di UK dirancang untuk mempertahankan panas di dalam bangunan agar tetap hangat saat musim dingin. Namun, ketika gelombang panas terjadi, desain tersebut justru membuat suhu di dalam rumah meningkat dan terasa semakin panas. Berbeda dengan negara beriklim tropis, yang umumnya telah dilengkapi dengan air conditioner (AC) sebagai penunjang kenyamanan. Tingginya suhu selama heatwave bahkan mendorong peningkatan penjualan AC di UK hingga 400-an% secara tahunan.

Pada akhirnya, kerugian-kerugian tersebut menunjukkan pentingnya langkah mitigasi untuk menghadapi heatwave. Kota-kota di UK pada dasarnya tidak dirancang untuk menghadapi musim panas yang berkepanjangan. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan strategi mitigasi dan adaptasi yang lebih baik agar dampaknya dapat diminimalkan fenomena panas pada masa mendatang.

 

Penulis : Jovan Rafkhansa

Sumber :

https://weather.metoffice.gov.uk/

https://beritakini.co/

https://health.detik.com/

https://www.theguardian.com/

https://www.aljazeera.com/

https://www.bbc.com/

https://travel.detik.com/

Share:
Back to Blogs