Properti Berkelanjutan Sebagai Strategi Investasi Masa Kini

Friday, 8 May 2026

Saat ini, konsep sustainability atau keberlanjutan bukan lagi sekadar tren musiman yang populer, melainkan sudah menjadi pertimbangan utama dalam siklus pengembangan properti. 

Berdasarkan data dari Energy Information Administration (EIA) disebutkan bahwa lingkungan buatan yang di dalamnya termasuk industri properti diestimasi menyumbang sekitar 40% dari emisi karbon dunia, membuat upaya pengembangan dengan konsep keberlanjutan kini terasa semakin mendesak. Konsep ini menuntut adaptasi dari seluruh lapisan pasar, baik di sektor residensial, komersial, maupun industri, guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan berketahanan.

Pada dasarnya, properti berkelanjutan berfokus pada keterpaduan antara efisiensi energi, konservasi air dan pengelolaan limbah yang tertata rapi, serta pemanfaatan material bangunan yang ramah lingkungan. Keterpaduan komponen ini membawa manfaat ekonomi yang sangat besar bagi pemilik aset maupun tenant properti. 

Jakarta Property Highlights yang dirilis Knight Frank Indonesia pada enam bulan terakhir menyebutkan bahwa, properti yang berlandaskan prinsip ESG dalam bentuk green building mampu membuat harga sewa perkantoran tumbuh sekitar 3-4% secara tahunan. 

Selain itu, aset properti yang menerapkan konsep keberlanjutan memiliki rekam jejak retensi penyewa yang lebih. Tidak heran apabila investor semakin memprioritaskan pengembangan properti yang sejalan dengan inisiatif keberlanjutan yang mengedepankan efisiensi energi.

Lalu, bagaimana langkah penerapan properti berkelanjutan yang tepat di lapangan?

Sebagai langkah awal, pemahaman dan kepatuhan terhadap regulasi bangunan hijau yang dirilis oleh pemerintah dapat diakses melalui Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2021. 

Selain itu, langkah yang bisa diambil dapat mencakup pelaksanaan audit penggunaan energi, optimalisasi ventilasi alami guna menekan pemakaian pendingin ruangan, hingga pengajuan sertifikasi bangunan hijau seperti Leadership in Energy and Environmental Design (LEED). 

Pada tahap lanjut, penggunaan teknologi pintar berbasis Internet of Things (IOT) di dalam gedung akan sangat membantu para pemilik dalam melacak, mengevaluasi, serta menekan jejak karbon harian secara akurat sebagai indikator dari keberlanjutan suatu properti.

Pada akhirnya, properti berkelanjutan dengan prinsip ESG merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan strategi rinci. Tidak hanya dengan inisiasi awal yang mengadaptasi konsep berkelanjutan tetapi juga bagaimana operasional dari properti tersebut. Melalui dukungan pengelola properti profesional seperti Knight Frank Indonesia, pemenuhan kepatuhan regulasi, serta efisiensi energi yang konsisten, target pengukuran ESG dapat dicapai dengan terukur.

 

Penulis : Mu’amar Khadafi

Sumber : 

https://kfmap.asia/services/property-and-engineering-services

https://kfmap.asia/blog/potensi-tantangan-pengembangan-properti-berbasis-esg/3846

https://kfmap.asia/research/jakarta-cbd-office-market-overview-2h-2025/4731

https://kfmap.asia/blog/esg-dan-strategi-sektor-real-estate/3779

https://instituteofsustainabilitystudies.com/

https://www.metrotvnews.com/

https://wartaekonomi.co.id/

https://www.pwc.com/

https://www.financialplanningassociation.org/

Share:
Back to Blogs