Potensi Berlanjutnya Booming Padel di Tengah Ancaman Tren yang Meredup

Friday, 30 January 2026

Salah satu tren yang disebutkan oleh Property Outlook 2026, yang dirilis Knight Frank Indonesia pada minggu lalu menyebutkan bahwa, padel menjadi salah satu sektor olahraga/lifestyle yang memiliki daya ungkit signifikan terhadap pertumbuhan sektor properti saat ini.

Padel menjadi salah satu olahraga yang digandrungi oleh masyarakat perkotaan di Indonesia saat ini. Tahun 2019 perkenalan padel pertama di Indonesia, tepatnya di Bali, dan dalam waktu singkat tumbuh cukup pesat, meluas ke Jakarta dan beberapa kota besar lainnya. Awalnya penikmat padel hanya coba-coba bermain padel dengan komunitas, namun lama-kelamaan direkatkan dengan turnamen, sehingga berkembang dengan komunitas-komunitas yang lebih luas.

Bukan tanpa alasan, olahraga berbasis raket menjadi salah satu yang paling populer di Indonesia, selain sepakbola. Dengan demikian, para pemain padel, terutama mereka yang baru mencoba, relatif merasa familiar dengan permainan ini. Selain itu, bentuk permainan tim menjadikan padel semakin diminati.

Padel tidak hanya dapat dimainkan oleh segmen menengah ke atas, tetapi lebih luas dari itu, karena permainan grup yang menjadikan biayanya relatif terjangkau. Untuk peralatan juga ada opsi sewa, sehingga dapat dimainkan mulai dari mahasiswa sampai pekerja senior yang mapan.

Seiring berjalan waktu, resonansi dari geliat padel ini juga menjadikan efek tren yang berkelanjutan, hal ini karena para pemula yang mencoba kemudian menularkan kepada komunitasnya masing-masing.

Saat ini, peningkatan nilai moneter padel di Indonesia tertinggi secara global yaitu 173% pada tahun 2024, sementara itu pada periode yang sama spanyol hanya naik 16%. Dengan tingkat pencarian di internet melonjak 1283%, sehingga tidak heran jika dalam waktu singkat, Indonesia berada di peringkat 15 terkait top emerging padel search countries 2025 (google based), atau tertinggi di Asia Pasifik.

Tingkat keterisian lapangan padel yang umumnya beroperasi 18 jam sehari, dapat mencapai 98% pada masa-masa prime time. Namun banyak pihak juga menaruh kekhawatiran bahwa pertumbuhan ini akan cepat meredup, karena beberapa contoh yang terjadi, seperti di Swedia. Di tengah kekhawatiran tersebut, Inggris, Belanda, Brazil, Mexico, India menunjukan bahwa pertumbuhan padel dapat terus berlanjut, bahkan menuju kuat dan matang.

Salah satu yang dapat dilakukan untuk mempertahankan pertumbuhan padel di Indonesia diantaranya dengan memperluas layanan dalam unit paddle court, misalnya dengan menambahkan fasilitas layanan fnb, healthcare, dan layanan lifestyle lainnya. 

 

Penulis : Syarifah Syaukat

Sumber : 

https://www.kompas.com/

https://playtomic.com/

https://www.proximaresearch.co.id/

https://katadata.co.id/

Share:
Back to Blogs