Judul di atas menggambarkan transformasi ritel modern saat ini, yang menempatkan ruang terbuka sebagai pusat pengalaman yang diminati konsumen saat ini, menggeser posisi indoor retail seperti yang pernah tumbuh sebelumnya.
Faktor pendorongnya adalah kepedulian tentang kesehatan, keinginan akan pengalaman, dominannya gerai F&B, serta perubahan gaya hidup yang menjadikan ritel sebagai ruang publik untuk berinteraksi dengan komunitas. Tren ini diperkirakan akan terus berkembang, terutama di kota tropis seperti Jakarta di mana area outdoor dapat dioptimalkan sepanjang tahun.
Pandemi menjadi periode titik balik, yang menjadikan transformasi ritel tumbuh subur. Di Jakarta saja, dalam periode tahun 2020 sampai tahun 2025, setidaknya terdapat 15 ritel dengan model Alfresco Dining Retail, dengan desain yang didominasi area outdoor, fnb yang memiliki ragam pilihan, dan beberapa gerai gaya hidup.
Ternyata, tren outdoor tidak hanya terjadi pada ritel di Indonesia, namun juga di berbagai negara di dunia, seperti di Amerika Serikat yang berkembang model open-air retail, di China terjadi transisi dari Mega Mall Indoor menuju ke lifestyle street retail, Jepang dan Korea yang berkembang retail street precinct atau mixed-use outdoor plaza, di Eropa berkembang pedestrian retail street dan open-air leisure retail, bahkan di Timur Tengah berkembang hybrid indoor-outdoor dan cooled outdoor streets.
Setelah melalui masa pandemi, pengunjung ritel merasa lebih nyaman menghabiskan waktu pada area dengan hamparan lanskap hijau terbuka , dengan koridor terbuka, pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang natural. Perceived space tersebut yang diterjemahkan oleh pengelola ritel menjadi model ritel outdoor, yang umumnya mengandalkan gerai fnb sebagai motor traffic, didukung dengan live music dan pop-up store, juga menyediakan space untuk area bermain anak atau event komunitas.
Untuk pengelola ritel atau pengembang, tentu saja model ini cukup berbeda dari model ritel konvensional (brick mortar), diperlukan adaptasi dan inovasi ruang, namun tentu saja model ini terbilang lebih efisien, dengan mengurangi penggunaan AC dan energi untuk pencahayaan.
Preferensi konsumen terhadap model ini diperkirakan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan, dengan outdoor area sebagai anchor, dan perlahan akan menjadi hybrid retail.
Memperkuat tren yang berkembang saat ini, penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia mengungkapkan bahwa, beberapa faktor menjadi kunci dari menariknya outdoor shopping center, diantaranya yaitu lokasi, desain, tenant mix, pengalaman yang ditawarkan, dan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.
Perubahan adalah suatu yang tetap dan akan terus terjadi, termasuk pada dinamika bisnis ritel. Pandemi telah membawa disrupsi pada perkembangan bisnis ritel, tidak hanya terkait perubahan pola belanja konsumen, perubahan nilai belanja, perubahan waktu kunjungan belanja, perubahan lokasi-lokasi yang dikunjungi, perubahan cara bayar, perubahan kesadaran konsumen terhadap pembangunan berkelanjutan, termasuk perubahan preferensi konsumen terkait model ruang ritel outdoor as the new indoor.
Penulis : Syarifah Syaukat
Sumber :
https://www.pwc.de/en/
https://www.kompas.com/
https://scholar.ui.ac.id/en/