LRT Jakarta rute Velodrome–Manggarai akan segera beroperasi pada semester dua tahun ini. Kehadiran rute baru ini menambah 6,4 kilometer jaringan dan lima stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai. Dengan demikian, jaringan LRT Jakarta kini membentang sepanjang 12,2 kilometer dari Kelapa Gading hingga Manggarai dengan 11 stasiun.
Beroperasinya rute ini memperkuat konektivitas Jakarta Timur dengan kawasan lain di Jakarta, khususnya melalui integrasinya dengan jaringan transportasi yang sudah tersedia. Bagi kawasan yang dilintasi, akses menuju pusat aktivitas yang semakin mudah dapat menjadi nilai tambah bagi hunian maupun properti komersial di sekitarnya.
Memang, pembangunan ini memberikan nilai tambah bagi pasar hunian di Jakarta Timur. Hadirnya LRT Velodrome–Manggarai, berpotensi meningkatkan daya tarik wilayah ini sebagai alternatif lokasi hunian.
Dengan bertambahnya akses transportasi, koridor Rawamangun, Pramuka, Matraman hingga Manggarai berpotensi menjadi semakin menarik sebagai alternatif hunian yang terhubung dengan pusat aktivitas Jakarta. Terlebih, pengembangan properti di timur Jakarta sebelumnya juga telah mendapat perhatian seiring berkembangnya infrastruktur transportasi di kawasan tersebut.
Namun, keberadaan stasiun tidak serta-merta membuat harga properti di sekitarnya meningkat. Kemudahan akses perlu didukung oleh integrasi antarmoda, konektivitas pejalan kaki, fasilitas komersial, serta kualitas lingkungan agar manfaat transportasi dapat diterjemahkan menjadi daya tarik kawasan.
Ke depannya, konsep hunian di kawasan Transit-Oriented Development (TOD) menjadi semakin relevan dalam melihat potensi jangka panjang koridor LRT Velodrome–Manggarai. Selain konsep ini memberikan nilai efisiensi pergerakan bagi masyarakat, konsep ini juga memberikan pertumbuhan nilai kawasan yang lebih baik.
Dalam studi yang dilakukan Knight Frank pada tahun 2026, terungkap bahwa, harga unit kondominium di sekitar wilayah TOD umumnya lebih tinggi, berkisar 1-4% dari unit kondominium pada umumnya di Jakarta.
Sebagai informasi, pasar hunian Jakarta saat ini lebih banyak ditopang oleh kebutuhan hunian tapak, sementara lokasi, kualitas proyek, kepastian serah terima, dan kredibilitas pengembang menjadi pertimbangan penting dalam keputusan pembelian.
Bagi Jakarta Timur, beroperasinya LRT Velodrome–Manggarai membuka peluang baru bagi perkembangan kawasan dalam jangka panjang. Perubahan aktivitas, perkembangan pasokan, serta tingkat penjualan properti di sekitar lima stasiun baru nantinya dapat menjadi indikator untuk melihat seberapa besar konektivitas baru ini mampu mendorong perkembangan pasar properti di sepanjang koridor tersebut.
Penulis: Junilla Tristanti
Sumber:
https://kfmap.asia/blog/dinamika-pasar-kondominium-jakarta-antara-kebutuhan-riil-dan-fluktuasi-pasar/4698
https://kfmap.asia/blog/lrt-jakarta-fase-1b-tinggal-hitungan-bulan-warga-jakarta-siap-punya-jalur-baru-ke-manggarai/4950
https://kfmap.asia/blog/potensi-pengembangan-properti-di-timur-jakarta/2576
https://kfmap.asia/research/jakarta-strata-apartment-market-overview-2h-2025/4894
https://www.jakarta.go.id/
https://megapolitan.kompas.com/
https://www.antaranews.com/