LRT Jakarta Fase 1B Tinggal Hitungan Bulan, Warga Jakarta Siap Punya Jalur Baru ke Manggarai!

Friday, 15 May 2026

Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai kini berada di garis akhir. Hingga April 2026, PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat progres konstruksi telah mencapai 91,82 persen, melampaui target deviasi yang ditetapkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk triwulan I 2026. Proyek senilai Rp4,1 triliun yang sepenuhnya bersumber dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) DKI Jakarta ini dijadwalkan beroperasi pada Agustus 2026. 

Pada 30 April 2026, LRT Jakarta Fase 1B resmi memasuki tahap commissioning test, mencakup jalur dari  Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pasar Pramuka sepanjang 3,6 kilometer, serta pengujian menyeluruh atas sistem rel, persinyalan, kelistrikan, dan integrasi operasional sebelum dibuka untuk publik.

Secara fisik, Fase 1B membentang sejauh 6,4 kilometer dengan lima stasiun baru: Pemuda Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai. Begitu beroperasi, total panjang jaringan LRT Jakarta akan menjadi 12,2 kilometer yang menghubungkan 11 stasiun dari Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) hingga Manggarai, dengan waktu tempuh keseluruhan sekitar 26–27 menit. 

Jakpro memproyeksikan kehadiran rute baru ini akan mendongkrak jumlah penumpang secara bertahap hingga 80.000 penumpang per hari, jauh di atas capaian Fase 1A saat ini yang melayani rata-rata 3.500–4.000 penumpang per hari, atau total 1,28 juta penumpang sepanjang 2025. Secara kolektif, pengoperasian Fase 1A dan 1B ditargetkan mampu melayani hingga 18 juta penumpang pada 2028.

Kunci dari lonjakan proyeksi tersebut adalah peran Stasiun Manggarai sebagai simpul integrasi antarmoda. Dengan masuknya LRT, maka Stasiun Manggarai akan tersambung langsung dengan KRL Commuter Line dan TransJakarta, menjadikannya hub transportasi yang semakin lengkap di jantung Jakarta. Tren pertumbuhan pengguna transportasi berbasis rel di Jakarta terus menguat, sebagaimana terlihat dari LRT Jabodebek yang mencatat kenaikan penumpang 36,86 persen secara tahunan pada 2025 dengan rata-rata harian 78.950 penumpang.

Bagi industri properti, operasional LRT Jakarta Fase 1B adalah katalis yang sudah lama ditunggu. Lurah Rawamangun Hery Kurniawan, menyatakan keyakinannya bahwa kehadiran LRT telah dan akan terus mendorong kenaikan nilai jual tanah maupun bangunan di wilayahnya. 

Kawasan di sekitar lima stasiun baru, khususnya Rawamangun, Matraman, dan Manggarai, kini menjadi zona yang semakin menarik perhatian investor properti, mulai dari hunian vertikal kelas menengah, mixed-use komersial, hingga pengembangan berbasis konsep Transit-Oriented Development (TOD). Sebagaimana telah terbukti di koridor MRT Jakarta, infrastruktur transportasi berbasis rel adalah instrumen pembentuk nilai kawasan yang bekerja dalam jangka panjang dan koridor timur-tengah Jakarta kini tengah memasuki babak baru konektivitasnya.

 

Penulis : Roki Abdillah

Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/

https://www.kompas.com/

https://jakarta.bps.go.id/

Share:
Back to Blogs