Ketika Keputusan Membeli Properti Dimulai dari Layar Ponsel

Friday, 10 July 2026

Keputusan membeli atau menyewa properti kini jarang dimulai dari kunjungan langsung ke lokasi atau percakapan pertama dengan agen. Proses tersebut seringkali telah berlangsung jauh sebelumnya, melalui berbagai platform digital. 

Foto, video, virtual tour, hingga informasi mengenai suatu kawasan menjadi sumber referensi awal yang membantu calon konsumen membentuk preferensi sebelum melakukan survei secara langsung. Perubahan ini menunjukkan bahwa perjalanan konsumen dalam mencari properti telah mengalami transformasi seiring berkembangnya teknologi digital.

Perubahan tersebut didukung oleh tingginya aktivitas digital masyarakat Indonesia. Survei APJII 2026 mencatat bahwa penetrasi internet telah mencapai lebih dari 81% populasi, sementara media sosial menjadi salah satu aktivitas yang paling sering dilakukan masyarakat saat mengakses internet. TikTok, YouTube, Instagram, dan WhatsApp juga menjadi platform yang paling banyak digunakan, sehingga media sosial semakin berperan sebagai sumber informasi, termasuk dalam pencarian properti.

Fenomena tersebut juga sejalan dengan perkembangan pasar properti secara global. Dalam laporan Quantifying Technology in Real Estate, Knight Frank menjelaskan bahwa hubungan antara teknologi dan real estate telah berkembang secara signifikan. Jika sebelumnya properti hanya berperan sebagai tempat berlangsungnya inovasi, kini teknologi justru menjadi bagian yang membentuk cara industri real estate berkembang, mulai dari pengelolaan aset hingga interaksi dengan konsumen.

Temuan tersebut juga tercermin pada perilaku konsumen. Data Zillow Consumer Housing Trends Report menunjukkan bahwa sekitar 41% calon pembeli lebih cenderung memilih agen properti yang aktif di media sosial. Kondisi ini menunjukkan bahwa kehadiran digital tidak lagi sekadar menjadi sarana promosi, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kredibilitas dan kepercayaan sebelum calon konsumen melakukan komunikasi secara langsung.

Dalam konteks tersebut, pendekatan pemasaran juga perlu dimulai jauh lebih awal, bahkan sebelum penawaran resmi disampaikan. Virtual tour, informasi kawasan, ulasan perkembangan pasar, hingga edukasi mengenai proses transaksi menjadi elemen penting untuk membantu calon konsumen memahami suatu properti secara lebih menyeluruh sekaligus membangun kepercayaan sejak tahap eksplorasi awal.

Pada akhirnya, transformasi digital tidak hanya mengubah cara properti dipasarkan, tetapi juga cara masyarakat mencari informasi sebelum mengambil keputusan. Ketika pencarian properti semakin banyak dimulai melalui platform digital, penyajian informasi yang kredibel dan relevan menjadi semakin penting dalam membangun kepercayaan calon konsumen.

 

Penulis: Alya Arifa

Sumber:

https://www.knightfrank.co.uk/research/reports/quantifying-technology-in-real-estate-2955

https://www.kompas.com

https://www.zillow.com

https://survei.apjii.or.id

Share:
Back to Blogs