Dalam beberapa tahun terakhir, kebiasaan hangout atau bertemu dan berbincang bercengkrama di kalangan Gen Z terus tumbuh dan mulai memengaruhi dinamika ruang perkotaan. Nongkrong bukan lagi sekadar duduk minum kopi, tetapi menjadi aktivitas mencari vibes, estetika, dan kenyamanan ruang. Kafe kini menjadi third place sekaligus ruang bekerja bagi banyak anak muda. Tidak heran jika tempat dengan visual menarik atau suasana unik bisa langsung viral dan memicu arus pengunjung baru.
Sejalan dengan fenomena di atas, konsumsi kopi nasional pun menunjukkan adanya tren peningkatan, dari sekitar 4,45 juta karung pada 2020/2021 menjadi 4,78-4,79 juta karung pada 2023/2024. Koordinator Kementerian Perekonomian Republik Indonesia juga mengatakan bahwa sektor kopi mengalami pertumbuhan sebesar 250% dari satu dekade yang lalu. Seiring lonjakan permintaan tersebut, jumlah kedai kopi ikut bertambah. Asosiasi pelaku usaha mencatat bahwa pada 2025 terdapat sekitar 10.000 kedai kopi di Indonesia.
Pertumbuhan ini berjalan seiring semakin banyaknya pilihan ruang hangout, dan berkembangnya kawasan komersial. Fenomena tersebut turut mewarnai perkembangan properti, meningkatkan nilai kawasan, dan mendorong hadirnya bisnis-bisnis baru.
Kawasan Senopati contohnya, dikenal dengan deretan tempat hangout berdesain estetik yang menarik perhatian konten kreator hingga pekerja kreatif. Hampir setiap sudutnya terasa fotogenik, membuat kawasan ini hidup sepanjang hari dan selalu ramai. Tidak heran jika kawasan ini berkembang menjadi area premium yang identik dengan gaya hidup urban bagi gen z.
Tidak jauh berbeda, kawasan SCBD juga menjadi magnet bagi Gen Z, terutama yang bekerja di sektor kreatif, teknologi, atau finansial. Lingkungan yang dinamis, ruang publik semi-terbuka, serta keberagaman aktivitas menjadikan kawasan ini ideal bagi generasi yang mengutamakan work-life balance. Banyaknya spot hangout yang modern turut memperkuat posisi SCBD sebagai pusat mixed-use yang memadukan perkantoran, hunian, hiburan, dan ruang sosial.
Jakarta Barat pun menunjukkan dinamika serupa melalui kawasan seperti Citra 8. Berawal dari wilayah hunian suburban, area ini bertransformasi menjadi pusat hangout anak muda dengan area makan semi outdoor dan ruang kreatif yang santai.
Merespons tren yang terus berkembang, pilihan tempat hangout di Jakarta kini semakin beragam. Dari area urban seperti Senopati dan SCBD hingga kawasan suburban yang mulai tumbuh, semuanya berkembang mengikuti pola aktivitas anak muda. Dengan semakin banyaknya pilihan ruang untuk bekerja, bersantai, atau sekadar mencari vibes baru, Gen Z kini jauh lebih mudah menemukan tempat yang cocok dengan gaya hidup mereka.
Penulis : Farah Septiawardahni
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/rooftop-cafe-strategi-menyiasati-keterbatasan-lahan/1850
https://kfmap.asia/blog/work-from-cafe-pergeseran-budaya-kerja-dan-potensi-bisnis-fandb/4233
https://siaran-berita.com/
https://jurnalpost.com/
https://www.kompas.com/