Fenomena Liburan Natal dan Tahun Baru: Arus Wisatawan dan Destinasi Favorit

Friday, 19 December 2025

Libur Natal dan Tahun Baru menjadi salah satu periode dengan mobilitas wisatawan tertinggi di Indonesia. Pada momen ini, masyarakat memanfaatkan waktu libur panjang untuk berwisata, mengeksplorasi alam, serta menikmati pengalaman budaya dan kuliner bersama keluarga maupun orang terdekat. 

Perbedaan karakter dan pengalaman yang ditawarkan setiap daerah memberikan keleluasaan bagi wisatawan untuk memilih jenis liburan, mulai dari bersantai di pantai, menikmati dinamika kota malam hari, hingga menjelajahi alam terbuka. Berbagai destinasi wisata menawarkan konsep dan aktivitas yang beragam, baik wisata alam maupun berbasis budaya dan kehidupan lokal yang autentik.

Kementerian Pariwisata memperkirakan jumlah wisatawan mancanegara dan domestik akan melesat tinggi selama libur Natal dan Tahun Baru 2026, dengan proyeksi 1,36 juta wisatawan mancanegara dan lebih dari 100 juta perjalanan wisatawan nusantara pada Desember 2025. Mobilitas wisatawan yang padat mendorong berkembangnya properti di sekitar destinasi, mulai dari villa, homestay, hingga resort, terutama di kawasan wisata alam yang tetap menjadi daya tarik utama.

Di Jawa Timur, kawasan Bromo Tengger Semeru serta pantai pesisir selatan ramai dikunjungi karena keindahan alamnya, sementara Yogyakarta menawarkan Gunung Merapi, perbukitan Kulon Progo, dan pantai Gunungkidul yang relatif lebih tenang. Kawasan dataran tinggi seperti Lembang dan Ciwidey di Jawa Barat pun menjadi tujuan favorit yang dikenal karena udara sejuknya. Fenomena arus wisatawan yang signifikan ini terlihat jelas di berbagai destinasi populer di tanah air.

Selain wisata alam, pengalaman budaya lokal juga semakin diminati. Desa Wisata Penglipuran di Bali menghadirkan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali, mulai dari pola hidup, nilai adat, hingga arsitektur tradisional desa. Konsep ini dirancang untuk memperkaya pemahaman wisatawan terhadap budaya lokal dan mulai diterapkan secara bertahap dengan pelaksanaan perdana sejak 21 Desember 2025.

Wakil Menteri Pariwisata memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi lonjakan wisatawan, dengan fokus pada keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengunjung di seluruh destinasi. Seluruh daerah dan pelaku industri diminta bersiap melalui koordinasi lintas sektor dengan aparat keamanan, asosiasi industri, sektor kesehatan, serta lembaga penanggulangan bencana, sekaligus menerapkan manajemen risiko di destinasi yang berpotensi memiliki bahaya tinggi.

Agar liburan Tahun Baru berjalan lebih nyaman, wisatawan disarankan merencanakan perjalanan sejak jauh hari, memperhatikan kondisi cuaca, dan menjaga kesehatan pribadi. Penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan juga penting, termasuk menjaga kebersihan, menghormati adat dan budaya setempat, serta tidak merusak lingkungan sekitar.

 

Penulis: Farah Septiawardahni

Sumber:

https://kfmap.asia/blog/daya-tarik-pariwisata-indonesia-harmoni-antara-budaya-alam-dan-pembangunan/4435

https://www.medcom.id/

https://www.liputan6.com/

Share:
Back to Blogs