Setelah dua bulan berlalu dari bencana terbesar akhir tahun, Beberapa wilayah di Pulau Sumatera masih berada dalam fase pemulihan yang jauh dari kata selesai. Pemerintah melalui BNPB mencatat sebanyak 1.201 jiwa tewas karena bencana ini. Selain itu, 113.600 jiwa terpaksa melakukan pengungsian karena rumahnya yang terendam banjir atau terdampak longsor. Sementara itu, Kemendes PDTT (Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi) mengungkapkan bahwa terdapat 29 desa dinyatakan hilang, bahkan sebagian wilayahnya kini telah berubah menjadi alur sungai.
Progres yang dilakukan oleh pemerintah adalah penyediaan hunian sementara bagi korban terdampak bencana. Kementerian PU sudah membangun Huntara sebanyak 1.200 unit yang telah beroperasi di tiga daerah yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 600 unit diantaranya dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang.
Menanggapi kondisi tersebut, berbagai program pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur mulai dipercepat, mencakup pemulihan sekolah, pembangunan jembatan permanen, fasilitas kesehatan, hingga bendungan. Berikut merupakan proses yang mengupayakan pemulihan peristiwa ini.
Selain itu, pemerintah tengah melakukan pembangunan 2.603 unit Hunian Tetap (Huntap) yang ditargetkan rampung pada Mei 2026. Pembangunan terbagi menjadi dua skema yaitu pembangunan mandiri di atas tanah warga tersebut yang dinilai aman dari bencana oleh BNPB dan pembangunan hunian baru di hamparan luas dengan tampungan hingga ratusan unit rumah.
Beriring dengan pembangunan huntap, masyarakat juga mendapatkan beberapa bantuan dana untuk hunian terdampak yakni bantuan perabotan senilai 3 juta, dan bantuan stimulus ekonomi senilai 5 juta. Terdapat juga bantuan kerusakan rumah yang berkisar dari 15 juta hingga 30 juta per keluarga yang ditentukan oleh seberapa besar kerusakannya.
Dengan demikian, sinergi antara pemerintah dan masyarakat terdampak diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai upaya yang telah direncanakan, sehingga seluruh program dapat berjalan secara optimal dan rampung sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Penulis : Jovan Rafkhansa
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/kenali-pengembangan-hunian-pascabencana-huntara-dan-huntap/4595
https://kfmap.asia/blog/belajar-dari-pengalaman-mengapa-banyak-rumah-bantuan-yang-akhirnya-tidak-dihuni/4637
https://kfmap.asia/blog/mitos-atau-fakta-apakah-harga-properti-di-daerah-rawan-bencana-terkoreksi/4522
https://www.kompas.com/
https://news.detik.com/
https://www.tempo.co/
https://wartaekonomi.co.id/