Dua Bulan Pascabencana: Bagaimana Kondisi Sumatera Saat Ini?

Friday, 30 January 2026

Setelah dua bulan berlalu dari bencana terbesar akhir tahun, Beberapa wilayah di Pulau Sumatera masih berada dalam fase pemulihan yang jauh dari kata selesai. Pemerintah melalui BNPB mencatat sebanyak 1.201 jiwa tewas karena bencana ini. Selain itu, 113.600 jiwa terpaksa melakukan pengungsian karena rumahnya yang terendam banjir atau terdampak longsor. Sementara itu, Kemendes PDTT (Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi)  mengungkapkan bahwa terdapat 29 desa dinyatakan hilang, bahkan sebagian wilayahnya kini telah berubah menjadi alur sungai.

Progres yang dilakukan oleh pemerintah adalah penyediaan hunian sementara bagi korban terdampak bencana. Kementerian PU sudah membangun Huntara sebanyak 1.200 unit yang telah beroperasi di tiga daerah yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 600 unit diantaranya dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang.

Menanggapi kondisi tersebut, berbagai program pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur mulai dipercepat, mencakup pemulihan sekolah, pembangunan jembatan permanen, fasilitas kesehatan, hingga bendungan. Berikut merupakan proses yang mengupayakan pemulihan peristiwa ini.

  • Perbaikan Rumah yang Terdampak
    Upaya perbaikan rumah terdampak dilakukan dengan memanfaatkan kayu gelondongan berukuran besar yang berada di sekitar lokasi bencana. Kayu-kayu tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperbaiki rumah serta jembatan yang rusak akibat banjir. Aktivitas ini telah memperoleh persetujuan pemerintah melalui Prabowo Subianto, sebagai bagian dari langkah percepatan pemulihan di wilayah terdampak.

  • Pemulihan Rumah Sakit dan Puskesmas
    Pemerintah menyatakan bahwa terdapat 87 RSUD dan 867 puskesmas yang terdampak oleh bencana akhir tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 9 RSUD dan 152 puskesmas terpaksa menghentikan operasional akibat kerusakan yang cukup signifikan. Sebagai langkah pemulihan, Kementerian Pekerjaan Umum telah membangun dua puskesmas baru untuk menggantikan fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan berat.

  • Pemulihan Sekolah
    Sebanyak 4.859 sekolah dilaporkan terdampak banjir di tiga provinsi di Sumatera. Saat ini, kegiatan pembelajaran telah kembali berjalan 100 persen. Meski demikian, sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran masih memerlukan perbaikan atau penggantian. Selain itu, beberapa sekolah juga direncanakan untuk direlokasi karena berada di kawasan yang tergolong rawan bencana.

  • Pembangunan Jembatan dan Bendungan
    Pemerintah juga melakukan pembangunan jembatan permanen yang dirancang mampu dilalui kendaraan berat hingga 20 ton. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kerusakan berulang pada jembatan sementara. Sementara itu, pembangunan bendungan diarahkan untuk menahan laju aliran air serta menampung debit air saat curah hujan tinggi, guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Selain itu, pemerintah tengah melakukan pembangunan 2.603 unit Hunian Tetap (Huntap) yang ditargetkan rampung pada Mei 2026. Pembangunan terbagi menjadi dua skema yaitu pembangunan mandiri di atas tanah warga tersebut yang dinilai aman dari bencana oleh BNPB dan pembangunan hunian baru di hamparan luas dengan tampungan hingga ratusan unit rumah.

Beriring dengan pembangunan huntap, masyarakat juga mendapatkan beberapa bantuan dana untuk hunian terdampak yakni bantuan perabotan senilai 3 juta, dan bantuan stimulus ekonomi senilai 5 juta. Terdapat juga bantuan kerusakan rumah yang berkisar dari 15 juta hingga 30 juta per keluarga yang ditentukan oleh seberapa besar kerusakannya.

Dengan demikian, sinergi antara pemerintah dan masyarakat terdampak diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai upaya yang telah direncanakan, sehingga seluruh program dapat berjalan secara optimal dan rampung sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

 

Penulis : Jovan Rafkhansa

Sumber : 

https://kfmap.asia/blog/kenali-pengembangan-hunian-pascabencana-huntara-dan-huntap/4595

https://kfmap.asia/blog/belajar-dari-pengalaman-mengapa-banyak-rumah-bantuan-yang-akhirnya-tidak-dihuni/4637

https://kfmap.asia/blog/mitos-atau-fakta-apakah-harga-properti-di-daerah-rawan-bencana-terkoreksi/4522

https://www.kompas.com/

https://news.detik.com/

https://www.tempo.co/

https://wartaekonomi.co.id/

Share:
Back to Blogs