Ancaman banjir rob yang terus meningkat di kawasan pesisir Jakarta ternyata bukan sekadar isu lingkungan. Dampaknya kini terasa langsung di pasar properti Jakarta Utara. Berdasarkan Indeks Harga Jual Properti Kuartal IV 2025 yang dirilis Pinhome, sejumlah kawasan di Jakarta Utara mencatat koreksi harga jual rumah yang cukup signifikan, khususnya di wilayah pesisir seperti Tanjung Priok dan Cilincing.
Data dari detikProperti menunjukkan bahwa rumah tipe 55–120 di Tanjung Priok mengalami penurunan harga sebesar -5% (QoQ), sementara rumah tipe 121–200 terkoreksi -3% di Tanjung Priok maupun Cilincing. Adapun harga jual terkini di Tanjung Priok berada di kisaran Rp600 juta untuk tipe kecil (≤54), Rp2 miliar untuk tipe menengah (55–120), hingga Rp6 miliar untuk tipe besar (≥201). Di Cilincing, harganya relatif lebih terjangkau, mulai dari Rp495 juta hingga Rp2,8 miliar.
Koreksi ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap banjir rob menjelang akhir 2025, saat BMKG dan BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan potensi pasang maksimum air laut akibat fase bulan purnama dan perigee. Risiko lingkungan ini secara langsung memengaruhi persepsi pembeli, khususnya pada segmen rumah menengah, yang menjadikan calon pembeli lebih berhati-hati bahkan memilih untuk menunda keputusan pembelian.
Menariknya, tidak semua segmen terdampak negatif. Rumah tipe ≤54 di Tanjung Priok justru menguat +3% (QoQ), yang mengindikasikan bahwa segmen harga paling terjangkau tetap memiliki ketahanan pasar tersendiri. Artinya, koreksi yang terjadi bersifat selektif, hanya menekan segmen menengah di kawasan pesisir, bukan merata ke seluruh pasar Jakarta Utara.
Berbeda dengan Jakarta Utara, wilayah-wilayah lain di Jakarta relatif lebih stabil bahkan mencatat kenaikan. Sebagai perbandingan, Jakarta Barat, tepatnya di Kalideres dengan rumah tipe 121–200, tumbuh +2%, didorong konektivitas Tol Sedyatmo dan akses Bandara Soekarno-Hatta. Sementara Jakarta Timur, tepatnya di Ciracas dengan rumah tipe 121–200, naik +3% karena peningkatan aksesibilitas melalui Stasiun LRT Ciracas.
Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi para investor maupun pencari hunian. Risiko lingkungan hidup seperti banjir rob kini menjadi variabel nyata yang turut membentuk dinamika harga properti. Kawasan yang belum memiliki mitigasi banjir memadai akan terus menghadapi tekanan harga dalam jangka menengah.
Penulis : Roki Abdillah
Sumber :
https://www.detik.com/properti/
https://www.pinhome.id/
https://www.merdeka.com/