Di tengah kondisi pasar kondominium (apartemen jual) Jakarta yang terus bergerak selektif, pertanyaan yang kerap mengemuka di kalangan investor hunian vertikal tetap sama, mana yang lebih menguntungkan, apartemen ukuran studio atau unit two-bedroom (2BR)? Memahami kondisi pasar secara menyeluruh menjadi langkah awal yang tidak bisa dilewatkan sebelum mengambil keputusan investasi.
Berdasarkan laporan terbaru Jakarta Strata Apartment Market Update 2H 2025 yang diterbitkan Knight Frank Indonesia, total pasokan kondominium eksisting di Jakarta kini mencapai 248.485 unit dengan tingkat penjualan kumulatif sebesar 96,2%.
Dari total pasokan tersebut, segmen menengah (middle segment) masih mendominasi dengan kontribusi penjualan sekitar 43,2%, sementara Jakarta Selatan menjadi area dengan konsentrasi stok terbesar, yakni 30% dari keseluruhan pasokan. Menariknya, unit yang belum terjual tercatat masih ada sebanyak 9.553 unit, mencerminkan tekanan penyerapan yang masih tertahan di pasar.
Dari sisi harga, Knight Frank Indonesia mencatat rata-rata harga jual apartemen Jakarta tumbuh tipis 1,5% (yoy) pada 2H 2025. Kendati pertumbuhan harga tergolong moderat, stabilitas ini justru membuka peluang bagi investor yang cermat. Seperti yang disampaikan Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia: "With moderated price growth and buyer's negotiating power, pre-sales discounts at entry remain the crucial approach to bring in acceptable net returns." Artinya, dengan pertumbuhan harga yang moderat, masih ada ruang negosiasi yang menarik untuk mendapat return yang optimal.
Berdasarkan data jendela360, dari perspektif rental yield, unit studio cenderung unggul dibanding tipe yang lebih besar. Yield apartemen studio tercatat 1,5% lebih tinggi dibanding unit 1BR maupun 2BR, didorong oleh modal awal yang lebih rendah dan penyerapan penyewa yang lebih cepat.
Sebaliknya, unit 2BR lebih relevan bagi investor yang mengutamakan stabilitas arus kas jangka panjang, mengingat segmen penyewanya yang merupakan profesional senior dan ekspatriat yang cenderung menghuni lebih lama sehingga menekan risiko vacancy.
Melihat kondisi pasar saat ini, unit studio lebih tepat untuk investor yang mengejar imbal hasil sewa tinggi dengan modal terjangkau, sementara 2BR menjadi pilihan bagi yang berorientasi pada apresiasi nilai aset dan kestabilan jangka panjang. Di tengah minimnya rencana pembangunan unit baru pada 2026–2029 yang hanya tersisa 3.982 unit, kedua tipe ini menawarkan proposisi investasi yang kompetitif dan khususnya pada proyek yang terintegrasi dengan transportasi publik di koridor strategis Jakarta.
Penulis : Roki Abdillah
Sumber :
https://kfmap.asia/research/jakarta-strata-apartment-market-overview-2h-2025/4894
https://nobleasiaid.com/
https://jendela360.com/