Akselerasi Program Waste-to-Energy: Dari Sampah Menjadi Energi

Sunday, 18 January 2026

Sampah merupakan persoalan yang kerap muncul. Setiap individu, rumah tangga, perusahaan, maupun entitas lainnya menghasilkan sampah setiap harinya, dari aktivitas yang dilakukan. 

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah nasional saat ini telah mencapai 56,6 juta ton, dengan kenaikan sebesar 67,5% pada tahun 2025. Tambah lagi, sampah yang terkelola secara efektif hanya sampai 10%, sisanya langsung berakhir di TPA. Dampaknya, sebanyak 343 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia terpaksa ditutup karena telah melampaui kapasitas daya tampung (overload).

Permasalahan ini kian menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Di tingkat masyarakat, sebagian telah melakukan upaya pengurangan sampah, meskipun masih banyak yang belum menerapkannya. Oleh karena itu, pemerintah berperan sebagai regulator untuk membantu menekan volume sampah, seperti contohnya yaitu penerapan kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai saat berbelanja.

Akhir tahun lalu, pemerintah menetapkan program baru yang berperan sebagai solusi untuk mengurangi sampah dengan mengkonversinya menjadi energi. Program ini disebut juga sebagai Waste-to-Energy (WtE).

Sekilas tentang proses Waste-to-Energy, sampah yang telah dikumpulkan akan dipilah dan diolah melalui teknologi pembakaran atau pengolahan termal pada suhu tinggi. Panas yang dihasilkan kemudian digunakan untuk menghasilkan uap, yang selanjutnya menggerakkan turbin untuk memproduksi energi listrik.

Program ini sudah tidak asing bagi beberapa negara di dunia, termasuk asia pasifik. Singapura melaporkan bahwa ia telah berhasil mengubah 3 ribu ton sampah perhari menjadi 80 megawatt listrik. Jepang dalam kawasan industrinya memakai teknik ini untuk memasok energi 20.000 rumah tangga hanya dengan 400 ton sampah per harinya. Kedua best practice tersebut dapat diduplikasi di kota berkepadatan tinggi di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya.

Pemerintah melalui Danantara telah melaporkan percepatan program ini karena respons yang baik dari para calon investor. Sebanyak 240 investor asing bahkan tertarik untuk melakukan investasi terhadap program ini. Bahkan nilai investasi pada tahap awal program ini mencapai USD 6 Juta dollar atau setara dengan 100 triliun rupiah. Lokasi prioritas seperti Yogyakarta, Semarang, Bekasi, Bogor, Tangerang, Denpasar, dan Medan menjadi tahap awal yang diakselerasi.

Harapannya, proyek ini dapat terealisasi sesuai dengan perencanaannya sehingga permasalahan terkait sampah perkotaan dapat teratasi. Kabarnya, setelah proyek ini beroperasi, jumlah timbulan atau volume sampah sehari-hari dapat berkurang hingga 80%. Mengingat urgensi dari pengelolaan sampah ramah lingkungan saat ini telah menjadi kebutuhan, maka akselerasi WtE perlu segera direalisasikan. 

 

Penulis : Jovan Rafkhansa

Sumber : 

https://kfmap.asia/blog/waste-to-energy-solusi-atasi-darurat-sampah-dan-penyediaan-energi-terbarukan/4423

https://www.validnews.id/

https://news.detik.com/

https://goodstats.id/

https://www.cnbcindonesia.com/

https://www.tempo.co/

https://hijauku.com/

Share:
Back to Blogs