Electric vehicle (EV) menjadi salah satu subsektor dengan pertumbuhan paling pesat secara global, termasuk di Indonesia. Berbagai keunggulan yang ditawarkan, seperti efisiensi energi yang lebih tinggi, biaya operasional yang lebih rendah, serta emisi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan konvensional, menjadi faktor utama meningkatnya minat terhadap EV di era saat ini.
Dari sisi produksi, Knight Frank Indonesia dalam Jakarta Property Highlight Industrial Market Overview 2H 2025 menyebutkan bahwa, subsektor EV menjadi salah satu kontributor utama dalam penyerapan lahan industri di kawasan Greater Jakarta sepanjang tahun 2025. Hal ini mencerminkan meningkatnya minat investor dan produsen global terhadap pengembangan industri EV di Indonesia.
Sekitar dua tahun lalu, BYD merealisasikan investasi melalui akuisisi lahan di Subang, Jawa Barat, guna memperluas kapasitas produksinya di Indonesia. Pada tahun ini, BYD dijadwalkan mulai mengoperasikan fasilitas produksinya dengan target kapasitas mencapai 150.000 unit per tahun di atas lahan seluas sekitar 108 hektar.
Dari sisi konsumsi, tingkat kesiapan pasar serta jumlah pengguna EV di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari salah satu konsultan di Indonesia, pasar EV tercatat tumbuh sekitar 49%, sekaligus mencerminkan tingkat kepuasan pengguna yang relatif tinggi di kawasan ASEAN. Hal ini mengindikasikan bahwa adopsi EV tidak hanya meningkat dari sisi volume, tetapi juga dari penerimaan konsumen terhadap produk teknologi tersebut.
Tren ini juga tercermin dari peningkatan jumlah populasi kendaraan listrik di Indonesia, yang telah mencapai 274.000 pada awal tahun 2026, seiring dengan dukungan insentif pemerintah terkait EV, pengembangan infrastruktur pengisian daya, serta semakin beragamnya pilihan model EV di pasar domestik.
EV kini tidak hanya digunakan untuk mobilitas dalam kota, tetapi juga mulai diandalkan untuk perjalanan jarak jauh. PT PLN (Persero) mencatat sekitar 18 ribu transaksi pengisian daya EV atau setara 427 ribu kWh selama periode mudik, meningkat sekitar 4,15 kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Angka ini kemungkinan masih lebih rendah dari kondisi sebenarnya karena belum mencakup data dari operator swasta.
Pertumbuhan charging station di Indonesia pada tahun ini telah mencapai 4 ribu unit dari berbagai operator. Selain SPKLU milik PT PLN (Persero), sejumlah operator swasta seperti Stroom dan Voltron juga turut memperluas jaringan. Infrastruktur yang tersedia pun semakin beragam, mulai dari normal charging hingga fast dan ultra fast charging dengan kapasitas hingga sekitar 200 kW.
Ke depannya, pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya investasi, dukungan kebijakan pemerintah, serta pengembangan infrastruktur yang semakin luas. Meskipun belum akan sepenuhnya menggantikan kendaraan konvensional dalam waktu dekat, adopsi EV diproyeksikan akan semakin masif di berbagai segmen masyarakat.
Penulis : Jovan Rafkhansa
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/pertumbuhan-ev-di-tengah-tantangan-dan-peluang-yang-terbuka/3930
https://www.mobil123.com/
https://web.pln.co.id/
https://www.pwc.com/
https://www.cnnindonesia.com/
https://www.gaikindo.or.id/