Sejak beberapa dekade yang lalu, Batam telah menjadi salah satu wilayah tujuan investasi industri manufaktur di Indonesia. Dalam kerja sama SIJORI Growth Triangle, Batam berperan sebagai land and labor center, yang berarti Batam menyediakan lahan yang luas serta tenaga kerja yang dapat mendukung aktivitas industri, terutama ketika kedua hal tersebut menjadi tantangan bagi Singapura.
Hingga saat ini, Batam masih memegang peran tersebut, terutama dalam aspek tenaga kerja, atau penyediaan SDM (Sumber Daya Manusia).
Dalam tiga tahun terakhir, DPMPTSP Kota Batam melaporkan realisasi investasi dan serapan tenaga kerja yang meningkat setiap periodenya. Hingga Juni 2026, penyerapan TKI telah mencapai sekitar 16.000 jiwa setiap kuartal.
Tenaga Kerja Asing (TKA), dalam skala provinsi, Kep. Riau menyerap sekitar 5 ribu TKA yang berasal dari berbagai macam negara hingga semester I tahun 2026, 75% dari total tersebut berkonsentrasi di Kota Batam. Meskipun begitu, TKI masih mendominasi di Provinsi Kep. Riau dan juga Kota Batam.
Tak hanya dalam aspek ketersediaan tenaga kerja, tetapi juga dalam pengembangan kompetensi. Pemerintah Kota Batam telah menyediakan lebih dari 80 jenis pelatihan yang dapat diikuti secara gratis, mencakup berbagai keterampilan teknis seperti kelistrikan, fitter, K3, hingga pemrograman.
Link and Match juga dilakukan oleh perusahaan atau sektor swasta dengan fasilitas pendidikan di Batam, utamanya adalah SMK dan politeknik. Perusahaan ternama seperti Schneider, McDermott, CCEPC, dan LiuGong menyiapkan pola kerja sama bagi mahasiswa dan/atau siswa SMK untuk menyelaraskan keahlian di bidang perusahaan tersebut.
Selain industri dalam negeri, TKI asal Batam juga mulai bekerja di luar negeri. Pada semester I 2026, Disnaker Kota Batam mencatat 278 TKI berangkat ke berbagai negara, dengan Malaysia sebagai tujuan terbesar sebanyak 183 pekerja, diikuti Singapura dan negara lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa tenaga kerja Batam juga memiliki mobilitas produktif dan peluang di pasar kerja internasional.
Dari sisi upah, UMK Batam 2026 sebesar Rp5.357.982 per bulan termasuk dalam 10 UMK tertinggi di Indonesia. Di tingkat regional, tingkat upah di Batam juga relatif kompetitif dibandingkan dengan beberapa negara Asia Tenggara, sehingga menjadi salah satu pertimbangan investor dalam menentukan lokasi investasi.
Dengan ketersediaan tenaga kerja, upah yang kompetitif, serta dukungan pelatihan dari pemerintah dan sektor swasta, aspek sumber daya manusia menjadi salah satu keunggulan Batam. Seiring pergeseran menuju high-tech industries, kebutuhan tenaga kerja juga berkembang dari kuantitas menuju skilled labor, didukung oleh posisi geografis Batam, kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia, serta ketersediaan lahan. Kombinasi berbagai keunggulan tersebut semakin memperkuat Batam sebagai all-in-one investment destination bagi investor.
Penulis: Jovan Rafkhansa
Sumber :
https://metropolis.batampos.co.id/
https://ppid.polibatam.ac.id/
https://www.valoranews.com/
https://www.terasbatam.id/
https://disnaker.batam.go.id/
https://batamkota.bps.go.id/
https://dpmptsp.batam.go.id/