Pelabuhan Tanjung Carat menjadi salah satu proyek strategis yang paling dinantikan di Sumatera Selatan. Setelah diresmikan pada April tahun 2026, pelabuhan ini diperkirakan akan membawa dampak besar terhadap perkembangan sektor logistik, perdagangan, dan investasi di kawasan Sumatera Selatan.
Mengusung konsep deep seaport atau pelabuhan laut dalam, pelabuhan ini diproyeksikan menjadi gerbang perdagangan internasional baru yang mampu melayani kapal-kapal berkapasitas besar untuk aktivitas ekspor maupun impor.
Berlokasi di Kabupaten Banyuasin dengan akses langsung ke jalur pelayaran internasional, Pelabuhan Tanjung Carat memiliki posisi yang sangat strategis untuk mendukung distribusi komoditas unggulan Sumatera Selatan. Oleh sebab itu, BKPM mendorong kawasan ini untuk dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna memperkuat industri hilirisasi.
Kehadiran pelabuhan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pelabuhan di luar daerah, menurunkan biaya distribusi, serta meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor logistik.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Baru Tanjung Carat dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Proyek ini diprakarsai oleh konsorsium PT Pelindo, Samudera Pasai Indonesia, dan Sumatra Selatan Energy Gemilang. Kehadiran proyek tersebut diyakini mampu membuka peluang kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan pelabuhan, khususnya pada sektor transportasi, logistik, pergudangan, dan perdagangan lokal.
Pelabuhan Tanjung Carat dirancang sebagai pelabuhan modern dengan fasilitas lengkap berstandar internasional. Nantinya, kawasan ini akan dilengkapi terminal peti kemas, dermaga kapal berukuran besar, area pergudangan, serta sistem bongkar muat modern guna meningkatkan efisiensi distribusi barang. Pemerintah juga menempatkan proyek ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas maritim nasional.
Selain itu, pelabuhan ini diproyeksikan mampu menarik investasi berskala besar melalui pengembangan kawasan terintegrasi yang didukung berbagai infrastruktur penunjang, seperti jalur kereta api, kawasan industri modern, dan jaringan jalan tol. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan turut mendukung sinkronisasi tata ruang dengan mempercepat pengembangan lanjutan Jalan Tol Trans Sumatra, termasuk pembangunan jalur interkoneksi sepanjang 80 kilometer dari Gerbang Tol Betung menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Carat.
Keberadaan pelabuhan ini juga dinilai mampu memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu pusat ekonomi strategis di Indonesia. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, proyek ini diyakini dapat mendorong pertumbuhan industri serta perdagangan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Potensi kawasan tersebut pun mulai menarik perhatian banyak investor karena dianggap memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, pelabuhan ini diprediksi akan berkembang menjadi salah satu pusat logistik dan ekonomi baru terbesar dan terpenting di Pulau Sumatera.
Penulis : Miranti Paramita
Sumber :
https://www.metrotvnews.com/
https://disperin.sumselprov.go.id/
https://sumsel.antaranews.com/
https://oceanweek.co.id/