Menimbang Peluang dan Tantangan Rumah Tusuk Sate

Thursday, 30 April 2026

Hunian yang berada tepat di ujung jalan lurus atau persimpangan berbentuk T, atau akrab dikenal sebagai rumah tusuk sate, sering dianggap sebelah mata hingga dihindari oleh calon pembeli. Stigma negatif rumah tusuk sate sudah melekat dalam masyarakat, baik dari segi budaya, kepercayaan maupun alasan rasional. Namun, apakah faktor tersebut berdampak signifikan pada nilai properti tersebut? 

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (Waketum DPP REI), Bambang Ekajaya, pada April 2026, menyatakan bahwa masih terdapat masyarakat yang meyakini bahwa rumah di ujung jalan dapat mendatangkan energi negatif bagi penghuninya. Hal ini sejatinya selaras dengan prinsip feng shui yang mulai populer dalam pengembangan properti masa kini. Energi yang terlalu besar dan tidak stabil dari jalan dapat mengalir dengan mudah ke dalam hunian apabila tidak berbatasan dengan elemen fisik lain. 

Dari sisi rasional, terdapat pula faktor teknis yang menjadi pertimbangan. Paparan cahaya kendaraan pada malam hari, potensi kebisingan, hingga aliran angin yang lebih kencang kerap mempengaruhi kenyamanan hunian. Hal-hal ini membuat sebagian calon pembeli lebih selektif dalam mempertimbangkan rumah tusuk sate, terutama jika tersedia opsi lain di lokasi yang sama.

Di sisi lain, posisi tusuk sate tidak selalu identik dengan kerugian. Visibilitas yang tinggi justru menjadi nilai tambah, terutama untuk hunian yang juga difungsikan sebagai tempat usaha atau properti komersial skala kecil. Akses langsung ke jalan membuat properti lebih mudah dikenali, sehingga potensial untuk dimanfaatkan oleh bisnis F&B, kantor rumahan, atau toko. Selain itu, area depan yang relatif luas memberi fleksibilitas untuk parkir atau ruang terbuka.

Seiring berkembangnya pengetahuan tentang desain, berbagai mitigasi dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus nilai properti, seperti penambahan taman, pagar, atau pengaturan orientasi akses keluar dan masuk. Oleh karena itu, penilaian berbasis data menjadi penting agar keputusan tidak hanya didasarkan pada persepsi. 

Melalui layanan penilaian properti atau valuasi dari Knight Frank, pemilik dan investor dapat memperoleh gambaran objektif mengenai nilai dan potensi aset, baik itu rumah tusuk sate, ataupun jenis properti lainnya. Informasi dan diskusi lebih lanjut terkait penilaian properti dapat dilakukan melalui link berikut ini : https://kfmap.asia/services/valuations

 

Penulis: Nareswari Dahayu

Sumber:

https://kfmap.asia/services/valuations 

https://kfmap.asia/blog/pengaruh-feng-shui-terhadap-obyek-properti/4645 

https://properti.kompas.com/

Share:
Back to Blogs