Mengintip Strategi Properti Global ala Bintang Sepak Bola Dunia

Friday, 17 July 2026

Bagi pesepak bola top dunia, memiliki rumah bukan lagi soal satu hunian utama, melainkan portofolio properti yang tersebar di berbagai negara. Sejumlah nama besar diketahui memiliki hunian di berbagai benua, mulai dari Eropa, Amerika, hingga Timur Tengah. Pola ini semakin terlihat seiring perjalanan karier mereka yang berpindah klub antarnegara. 

Namun, fenomena ini ternyata juga mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan individu berkekayaan ultra tinggi atau UHNWI (Ultra High Net Worth Individual) secara global. Menurut The Wealth Report 2026 dari Knight Frank, populasi UHNWI dunia atau pemilik aset di atas US$30 juta tumbuh signifikan hingga mencapai 713.626 orang pada 2026, naik 32% dibanding lima tahun sebelumnya. 

Salah satu tren utama yang diungkap dalam laporan tersebut adalah ultra mobility, yaitu gaya hidup multi-base atau tinggal berpindah antarnegara yang semakin diminati kalangan superkaya. Faktor pajak, kualitas hidup, keamanan, hingga potensi nilai investasi properti menjadi alasan utama dibalik tren ini.

The Wealth Report mencatat bahwa harga properti mewah global yang tercermin dalam Prime International Residential Index meningkat rata-rata 3,2% sepanjang 2025. Di tengah pertumbuhan tersebut, Madrid dan Milan menjadi dua kota yang semakin menarik perhatian kalangan UHNWI sebagai destinasi hunian kedua. 

Menariknya, kedua kota ini juga menjadi lokasi kepemilikan rumah sejumlah pesepak bola dunia, sehingga memberikan gambaran bagaimana preferensi hunian para atlet elite seringkali sejalan dengan kawasan yang memiliki daya tarik tinggi di pasar properti mewah.

Selain lokasi, kualitas hunian juga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pasar properti mewah. Hal ini terlihat dari terus berkembangnya konsep branded residence, yang diproyeksikan akan melampaui 1.000 skema aktif di seluruh dunia pada tahun 2030. Tren tersebut menunjukkan bahwa pembeli kelas atas semakin menghargai layanan bertaraf tinggi, privasi, serta fasilitas eksklusif sebagai bagian dari pengalaman berhuni. Preferensi serupa juga tercermin pada rumah-rumah pesepak bola dunia yang umumnya dilengkapi kolam renang, bioskop pribadi, pusat kebugaran, hingga lapangan olahraga privat.

Fenomena kepemilikan properti oleh pesepak bola dunia menunjukkan bahwa hunian mewah tidak lagi dipandang semata-mata sebagai tempat tinggal. Properti juga menjadi bagian dari gaya hidup, aset jangka panjang, sekaligus representasi preferensi terhadap kualitas lingkungan, kenyamanan, dan eksklusivitas. Seiring berkembangnya pasar properti mewah global, faktor-faktor tersebut diperkirakan akan terus menjadi pertimbangan penting dalam menentukan lokasi dan karakter hunian yang diminati.

 

Penulis: Alya Arifa

Sumber:

https://kfmap.asia/research/the-wealth-report-2026/4895

https://www.detik.com/properti

https://robbreport.com

Share:
Back to Blogs