Tahun ini, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idulfitri jatuh berdekatan pada minggu ketiga dan keempat bulan Maret. Momentum tanggal merah dan cuti bersama ini digunakan oleh sebagian besar masyarakat untuk mudik atau pulang kampung, sedangkan sebagian lainnya memanfaatkan waktunya untuk liburan. Bahkan, pemerintah Indonesia sudah memberlakukan Work From Anywhere (WFA) dari hari Senin tanggal 16 hingga 27 Maret 2026 nanti.
Pemerintah Indonesia juga sudah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung untuk mobilitas masyarakat untuk melakukan mudik. Mulai dari penambahan ekstra jadwal penerbangan hingga 1.195 penerbangan, lebih dari 4 juta tiket kereta jarak jauh yang tersedia, serta berbagai macam promo menarik yang berkaitan dengan pemotongan harga.
Tak lupa dengan perjalanan darat yang dilakukan oleh moda pribadi, pemerintah juga sudah menyiapkan beberapa ruas jalan tol yang beroperasi secara fungsional untuk mendukung aktivitas mudik dan liburan panjang tahun 2026. Seperti contoh, tol Japek II selatan, tol Probolinggo - Banyuwangi, tol Yogyakarta - Bawen, hingga tol Palembang - Betung.
Beberapa performa sektor properti juga diprediksi akan mengalami peningkatan, salah satunya adalah hospitality (hotel). Pada Lebaran tahun lalu, performa hotel yang ditandai dengan tingkat okupansi saat liburan mengalami penurunan yang cukup signifikan dari hampir 100% pada tahun 2024 menjadi sekitar 60-70% pada tahun 2025. PHRI mengatakan bahwa fenomena ini terjadi karena daya beli masyarakat melemah dan berkurangnya belanja pemerintah.
Namun, pada liburan tahun ini, geliat performa hotel diprediksi akan meningkat, baik dari kebijakan pemerintah terkait pemberlakuan WFA, maupun dari penambahan layanan maskapai dan kereta api, serta operasional berbagai jalan tol. Mudik dan pariwisata diharapkan memberikan implikasi positif terhadap performa hotel.
Beberapa strategi mulai diberlakukan oleh pengelola hotel, misalnya saja Artotel Group yang melaporkan tingkat okupansi hingga 90% di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Sementara itu, Ancol juga memproyeksikan tingkat keterisiannya akan mencapai 90%. Sejalan dengan itu, InJourney Hospitality memperkirakan akan adanya peningkatan okupansi hingga sekitar 10% secara tahunan (yoy).
Konsumen domestik memang menjadi tulang punggung keterisian ruang hotel saat ini, berbagai kebijakan Pemerintah yang tertuju pada penguatan kegiatan pariwisata di tengah momen Lebaran, diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap performa sektor hotel, dan perekonomian masyarakat sekitarnya.
Penulis : Jovan Rafkhansa
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/mudik-lebaran-2026-tol-fungsional-trans-jawa-dan-sumatera-siap-beroperasi/4640
https://industri.kontan.co.id/
https://www.majalahbandara.com/
https://market.bisnis.com/
https://www.cnbcindonesia.com/
https://katadata.co.id/
https://www.tempo.co/