Flight to Quality: Ketika Perkantoran Grade A Tinggi Peminat di CBD Jakarta

Friday, 10 July 2026

Di tengah dinamika pasar perkantoran yang terus bergerak, semester II tahun 2025 memperlihatkan pergeseran menarik dalam pola permintaan ruang kantor di kawasan CBD Jakarta. 

Berdasarkan data Knight Frank Indonesia dalam laporan Jakarta CBD Office Market Overview 2H 2025, pasar perkantoran mencatatkan serapan positif sebesar 160.277 meter persegi di sepanjang tahun 2025, melanjutkan tren serapan yang positif dari periode sebelumnya. Namun demikian, penyerapan tersebut tidak terdistribusi merata di semua kelas, melainkan terkonsentrasi pada segmen tertentu.

Gedung perkantoran pada Grade A menyumbang porsi dominan dengan net take-up sebesar 144.785 meter persegi, jauh melampaui Grade B yang hanya 11.885 meter persegi, Premium Grade A sebesar 4.089 meter persegi, dan juga Grade C yang serapannya terkoreksi.

Fenomena di atas dikenal sebagai flight to quality, yaitu kecenderungan penyewa properti untuk rela membayar untuk gedung berkualitas tinggi. Sejalan dengan itu, tingkat okupansi CBD Jakarta naik 2,2% menjadi 79,3%, sementara pasokan baru hingga tahun 2028 sangat terbatas, hanya sekitar 191.500 meter persegi dari dua proyek di submarket Thamrin dan Sudirman yang keduanya mengusung konsep gedung hijau.

Tren ini turut dikonfirmasi media Property & Bank, yang mengutip Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, yang menyebutkan bahwa penyewa perkantoran CBD kini memprioritaskan gedung dengan sertifikasi hijau, efisiensi energi, kualitas udara dalam ruang yang baik, serta integrasi teknologi gedung pintar, dengan tren flight to quality yang terus berlanjut menuju gedung Premium Grade A dan Grade A.

Rata-rata harga sewa dasar CBD sendiri hanya naik tipis 0,9% (yoy) menjadi Rp235.621 per meter persegi per bulan pada semester II 2025.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa efisiensi ruang kerja dan rightsizing menjadi prioritas penyewa properti saat ini. Tren peningkatan kualitas aset properti turut menjadi daya tarik investasi jangka panjang.

Bagi pengembang properti dan investor properti, terbatasnya pasokan gedung Grade A hingga 2028 membuka peluang strategi investasi properti pada aset premium di pasar perkantoran Jakarta ke depan.

 

Penulis : Roki Abdillah

Sumber :

https://kfmap.asia/research/jakarta-cbd-office-market-overview-2h-2025/4731

https://kfmap.asia/blog/strategi-pengembangan-properti-di-tahun-2026/4592

https://propertynbank.com/

https://investasiproperti.id/

https://swa.co.id/

https://properti.kompas.com/

https://www.detik.com/

Share:
Back to Blogs