Saat ini, dalam dinamika properti global, peran energi tidak lagi dipandang sebagai utilitas yang mendorong operasional bangunan properti, terutama pada properti komersial, melainkan peran energi lebih strategis dipandang sebagai aset utama.
Hal di atas terjadi tidak lain, karena kesepakatan global telah perlahan tapi pasti bergerak ke arah sustainability. Ditambah dengan kondisi geopolitik saat ini yang menjadikan krisis daya, volatilitas harga, dan tuntutan emisi net-zero menjadikan energi sebagai kunci, dalam pengelolaan aset properti.
Beberapa penyesuaian yang umum dilakukan oleh sektor properti komersial, khususnya perkantoran terkait pergeseran pandangan terkait energi dalam sektor properti komersial diantaranya sebagai berikut.
Pergeseran Paradigma Lokasi dan Desain Gedung (Power-First Design). Ketersediaan kapasitas jaringan listrik (grid connection) kini menjadi saringan utama dalam penentuan lokasi. Selain itu, desain fasilitas perkantoran modern wajib mengutamakan kepadatan daya, ketahanan pasokan (resilience), dan infrastruktur pendingin yang memadai.
Efisiensi Berbasis Teknologi Pintar (Smart Building Optimization). Pemanfaatan IoT (Internet of Things), seperti kemampuan otomatis untuk mematikan atau menyesuaikan penggunaan energi pada operasional gedung perkantoran, merupakan salah satu cara untuk memangkas konsumsi listrik secara signifikan (penghematan dapat mencapai hingga 70%).
Klausul Energi dalam Kontrak Sewa Komersial (The Lease is an Energy Contract). Perjanjian sewa kini mulai mempertimbangkan penggunaan energi, umumnya menyebutkan jaminan ketersediaan energi atau daya beban tertentu, baik melalui peningkatan kapasitas maupun penyediaan energi terbarukan.
Kemitraan Strategis Tiga Pihak (Penyewa - Pemilik - Utilitas). Untuk mengatasi hambatan kapasitas energi, dibutuhkan kolaborasi antara penyewa, pemilik gedung, dan perusahaan penyedia energi guna menjamin ketersediaan dan adopsi energi terbarukan di tempat (on-site generation).
Saat ini merupakan era baru, energi menjadi pertimbangan utama, terutama penggunaan energi terbarukan dalam operasional properti menuju sustainable environment.
Penulis : Syarifah Syaukat
Sumber :
https://www.knightfrank.com/research/reports/your-space