Menjelang Lebaran, tradisi mudik kembali menjadi momen yang paling dinantikan oleh banyak masyarakat Indonesia. Setiap tahun, jutaan orang meninggalkan kota tempat mereka bekerja untuk kembali ke kampung halaman. Perjalanan pulang menjadi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga, mengenang masa kecil, serta merasakan kembali suasana kampung yang mungkin telah lama ditinggalkan.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik Lebaran 2026 diprediksi mencapai sekitar 143,9 juta orang secara nasional. Angka tersebut turun sekitar 1,75% dibandingkan dengan tahun 2025. Meski demikian, jumlah tersebut tetap menunjukkan bahwa mudik masih menjadi tradisi sosial yang sangat kuat di Indonesia.
Bagi sebagian perantau, momen kembali ke kampung halaman sering kali memunculkan bayangan tentang kehidupan di masa depan, terutama ketika memasuki masa pensiun. Kampung halaman yang selama ini hanya menjadi tempat singgah setahun sekali perlahan dipandang sebagai kemungkinan tempat kembali untuk menjalani hari tua dengan lebih tenang.
Saat ini, Indonesia mulai memasuki fase aging population, yakni kondisi ketika proporsi penduduk lanjut usia semakin meningkat. Penduduk berusia di atas 60 tahun kini diperkirakan telah mencapai 12% dari total populasi. Badan Pusat Statistik memperkirakan bahwa pada tahun 2045 jumlah lansia di Indonesia dapat mencapai sekitar 65,82 juta jiwa atau sekitar 20,31% dari total penduduk.
Dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, kebutuhan akan lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan mendukung kualitas hidup di masa tua menjadi semakin penting. Banyak orang mulai mempertimbangkan kota dengan biaya hidup lebih terjangkau, suasana yang lebih tenang, serta akses layanan kesehatan yang memadai.
Beberapa kota di Indonesia kerap dianggap cocok untuk menikmati hari tua. Misalnya saja, kota Surakarta atau Solo di Jawa Tengah dikenal memiliki biaya hidup yang relatif lebih rendah dibandingkan kota besar lainnya serta suasana kota yang tenang dan fasilitas yang cukup memadai. Kota Salatiga juga sering disebut sebagai pilihan karena udaranya sejuk dan lingkungannya yang tidak terlalu padat.
Selain itu, Kabupaten Wonosobo menawarkan suasana pegunungan yang asri dengan udara yang segar. Purwokerto di Jawa Tengah juga memiliki daya tarik tersendiri karena biaya hidupnya yang relatif terjangkau dan akses transportasi yang cukup baik. Sementara itu, Kota Malang di Jawa Timur menjadi pilihan karena udara yang sejuk, lingkungan nyaman, serta fasilitas perkotaan yang cukup lengkap.
Fenomena mudik Lebaran pada akhirnya tidak hanya memperkuat hubungan keluarga, tetapi juga menghadirkan refleksi bagi banyak orang tentang masa depan mereka. Ketika kembali ke kampung halaman, sebagian perantau mulai melihat kota-kota yang lebih tenang sebagai tempat ideal untuk menjalani masa tua.
Penulis: Farah Septiawardahni
Sumber:
https://indonesia.unfpa.org/
https://kumparan.com/
https://www.beautynesia.id/
https://news.detik.com/