Kawasan Industri Batamindo mulai dibangun pada tahun 1990, sementara Cammo Industrial Park mulai beroperasi pada tahun 1995. Keduanya menjadi bagian dari perkembangan awal kawasan industri Batam yang membangun reputasi pulau ini sebagai pusat manufaktur.
Namun, arah investasi Batam kini mulai berkembang. Kepala BP Batam menyebut investasi yang sebelumnya didominasi infrastruktur dan manufaktur perakitan mulai merambah teknologi informasi, termasuk data center. Meski demikian, industri mesin dan elektronika tetap masuk ke dalam lima sektor investasi terbesar pada semester I 2026.
Perubahan ini membawa kebutuhan penyewa yang semakin beragam. Perusahaan manufaktur membutuhkan fasilitas produksi dan akses logistik, sedangkan operator data center memerlukan pasokan listrik serta infrastruktur digital yang memadai.
Berdasarkan data pada website yang dikelola oleh Knight Frank Indonesia, KFMap.asia mencatat 14 dari 24 kawasan industri di Batam telah berdiri bahkan sebelum tahun 2005. Bahkan beberapa kawasan berusia lebih dari 30 tahun. Namun, usia memang tidak serta-merta menentukan daya saing sebuah kawasan industri.
Kesesuaian fasilitas dengan kebutuhan penyewa menjadi faktor yang lebih relevan. Data BP Batam tahun 2022 menunjukkan kapasitas listrik antarkawasan yang bervariasi, mulai dari 12 MW di Tunas Industrial Estate hingga 130 MW di Batamindo. Perbedaan ini dapat menjadi pertimbangan bagi calon penyewa, meskipun kapasitas listrik saja masih belum cukup untuk menilai kesiapan kawasan secara keseluruhan.
Penyesuaian fasilitas ini juga dapat dilakukan melalui peningkatan utilitas dan efisiensi energi. Batamindo, misalnya, memasang panel surya di atap bangunan penyewa. Inisiatif ini menjadi salah satu contoh dari adaptasi tanpa harus membangun ulang seluruh kawasan.
Sementara itu, dalam konteks regional, Knight Frank Asia Pasifik mencatat sewa logistik Asia-Pasifik meningkat 1,2% pada semester I 2026 dibandingkan enam bulan sebelumnya. Angka ini bukan gambaran langsung pasar logistik di Batam, tetapi menunjukkan dinamika pasar logistik regional yang mencerminkan permintaan, diikuti oleh kebutuhan akan fasilitas modern dan keberlanjutan.
Bagi kawasan industri generasi pertama di Batam, tantangannya bukan sekadar usia aset, melainkan kemampuan menyesuaikan fasilitas dengan kebutuhan penyewa. Kesiapan utilitas, efisiensi energi, dan kesesuaian bangunan akan turut menentukan daya saing kawasan di tengah perubahan investasi. Terlebih, penyediaan infrastruktur dasar yang dibutuhkan untuk operasional kawasan industri.
Penulis: Junilla Tristanti
Sumber:
https://kfmap.asia/research/asia-pacific-logistics-highlights-h1-2026/5202
https://mediacenter.batam.go.id/
https://katadata.co.id/
https://antaranews.com/
https://bpbatam.go.id/
https://geipp.org/