Bukan Sekadar Belanja, Ruang Komersial Batam Menawarkan Tempat Berkumpul

Friday, 2 October 2026

Sepanjang tahun 2026, lapangan padel baru terus dibuka di Batam. iPadel Club menggelar soft opening pada 15 Januari di rooftop One Batam Mall, yang menurut pengelolanya menjadi lapangan padel pertama di atap pusat perbelanjaan di kota ini.

Lokasi itu dipilih agar mudah dijangkau oleh pengunjung di pusat aktivitas kota, sekaligus memberi pengalaman bermain yang berbeda. Tamora Padel menyusul di Royal Bay, Batam Center, pada 13 Februari. Orozon memulai kiprahnya dengan turnamen 80 tim pada 27 hingga 28 Juni, lalu Ministry of Padel hadir di Batu Ampar pada 3 Agustus.

Empat pembukaan dalam tujuh bulan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa warga Batam secara umum makin gemar padel, apalagi data resmi jumlah lapangan atau pemainnya belum ditemukan. Namun polanya layak dicatat, karena yang ditawarkan tidak berhenti pada lapangan. Ministry of Padel, misalnya, menyediakan kafe yang terbuka bagi pengunjung tanpa harus bermain, dan pengelolanya menyebut komunitas sebagai tujuan.

Aktivitas ini juga membawa konsekuensi terhadap warga sekitar. Misalnya saja, warga Royal Bay pernah mengeluhkan kebisingan dari lapangan yang dekat dengan permukiman mereka.

Perubahan arah serupa terlihat, salah satunya, pada K Square. Kepri Mall yang telah bertransformasi dan diresmikan dengan nama baru itu pada 19 Desember 2025, memiliki alokasi lantai satu yang difokuskan untuk F&B dan olahraga, sementara lantai tiga menjadi pusat hiburan keluarga. Mal ini juga memiliki amfiteater dalam ruangan dan terhubung dengan hotel, sehingga ruangnya dirancang untuk lebih dari sekadar berbelanja.

Meski demikian, K Square baru satu contoh. Data okupansi, jumlah pengunjung, dan harga sewanya belum ditemukan dalam sumber terbuka, sehingga belum bisa dinilai apakah pendekatan itu menambah kunjungan atau memperpanjang waktu tinggal pengunjung.

Yang tampak lebih jelas adalah pertanyaannya. Bagi ruang komersial di Batam, luas ruang dan jumlah tenant tampaknya tak lagi menjadi satu-satunya ukuran, karena kini ada juga soal apa yang membuat orang datang, bertemu, dan bertahan di ruang komersial lebih lama.

Padel di atap mal dan mal yang memberi porsi lebih besar untuk F&B, olahraga, dan hiburan keluarga adalah bentuk awal dari jawaban itu. Ruang komersial memang dinamis, peritel perlu memiliki kemampuan adaptasi yang cepat dan tepat, sehingga mampu mengelola asetnya dengan optimal, dengan refleksi foot traffic yang terjaga, dan bahkan terus meningkat.

 

Penulis: Junilla Tristanti

Sumber:

https://rri.co.id/

https://batampos.co.id/

https://tribunnews.com/

https://gokepri.com/

https://konibatam.or.id/

https://antaranews.com/

https://publika.id/

https://batamtoday.com/

Share:
Back to Blogs