Dalam beberapa tahun terakhir, India memasuki fase dominasi populasi berusia muda. Berdasarkan laporan Knight Frank India yang bertajuk “India’s 155 Million Student Mandate (2026)”, India memiliki sekitar 155 juta populasi usia 18–23 tahun pada tahun 2025, menjadikannya kohort terbesar di dunia dan jauh melampaui China yang berada di posisi kedua dengan sekitar 95 juta populasi.
Laporan tersebut juga menekankan bahwa dominasi demografis ini bukan fenomena jangka pendek, melainkan tren struktural yang diproyeksikan bertahan sepanjang abad ini. Dengan median usia 29 tahun, atau hampir satu dekade lebih muda dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya, di tengah profil tersebut, India saat ini menjadi pusat pertumbuhan pendidikan tinggi global.
Besarnya basis demografis ini beririsan dengan kebijakan strategis pemerintah melalui National Education Policy (NEP) 2020. Kebijakan ini secara eksplisit membuka jalur bagi Foreign Higher Education Institutions (FHEIs) untuk mendirikan kampus fisik di India, menggeser paradigma dari student mobility (mahasiswa India pergi ke luar negeri) menuju institutional mobility (universitas global hadir di India).
Dalam Laporan yang juga dipublikasikan oleh Knight Frank india, bertajuk “Global Universities Eye India Opportunity (2025)” dijelaskan bahwa reformasi ini diperkuat oleh penerbitan regulasi International Financial Services Centres Authority (IFSCA) pada tahun 2022 untuk Gujarat International Finance Tec-City (GIFT City), serta regulasi University Grants Commission (UGC) pada tahun 2023 yang berlaku secara nasional.
Regulasi tersebut memberikan kejelasan operasional, termasuk opsi model kepemilikan 100% asing maupun joint venture dengan mitra lokal, sehingga menciptakan kepastian hukum bagi investasi pendidikan asing di India.
Pergeseran kebijakan ini tidak terlepas dari tekanan kapasitas domestik. Tercatat bahwa saat ini sekitar 53 juta mahasiswa di India terdaftar di pendidikan tinggi dengan Gross Enrolment Ratio (GER) sebesar 34%, sementara pemerintah menargetkan GER 50% pada 2035, yang berarti diperlukan sekitar 72 juta mahasiswa terdaftar. Artinya, terdapat ruang pertumbuhan yang sangat besar.
Selain faktor kapasitas, terdapat peningkatan signifikan dalam kesiapan finansial rumah tangga India untuk berinvestasi dalam pendidikan tinggi. Kedua laporan Knight Frank India mencatat bahwa outstanding education loans telah mencapai sekitar USD 23–25 miliar, dengan hampir 67–69% berupa pinjaman pendidikan personal.
Pergeseran kebijakan dan peningkatan jumlah pelajar tersebut juga berdampak pada sektor real estate. Laporan India’s 155 Million Student Mandate (2026) menyatakan bahwa keberhasilan kampus offshore tidak hanya ditentukan oleh izin regulasi, tetapi juga oleh kesiapan kota dan real estate. Faktor seperti ketersediaan lahan kampus, aksesibilitas, konektivitas, kedekatan dengan klaster industri, keberadaan student housing, dan ekosistem ritel menjadi determinan utama keberlanjutan institusi.
Diproyeksikan bahwa kebutuhan ruang fisik untuk FHEIs dapat mencapai sekitar 19 juta square feet pada tahun 2040 berdasarkan tren enrollment saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan secara langsung memicu permintaan terhadap properti pendidikan skala besar.
Kedua laporan juga menekankan pentingnya strategi spasial berbasis kota. Kota-kota Tier-1, seperti NCT-Delhi, Bengaluru, dan Mumbai dikategorikan sebagai anchor markets, karena memiliki klaster industri padat dan infrastruktur matang, sehingga cocok untuk model kampus vertikal di kawasan urban. Sementara itu, kota Tier-2 seperti Chandigarh dan Kochi diposisikan sebagai strategic frontiers yang menawarkan ketersediaan lahan lebih luas untuk pengembangan kampus horizontal atau berbasis riset.
Mengingat kota-kota besar di India menyumbang sekitar 70–80% terhadap PDB nasional dan populasi urban diproyeksikan terus meningkat hingga 2050, maka ekspansi pendidikan tinggi menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi berbasis pendidikan dan mendorong reposisi kota sebagai knowledge hubs.
Penulis : Ratih Putri Salsabila
Sumber :
https://www.knightfrank.co.in/research/indias-155-million-student-mandate-2026-12644.aspx
https://www.knightfrank.com/research/report-library/global-universities-eye-india-opportunity-2025-12579.aspx