Rencana Kawasan Kesehatan Sekupang Memuat Hunian, Hotel, dan Ritel Pendukung

Friday, 9 October 2026

Menurut BP Batam, penetapan lokasi untuk lahan 1,6 ha bagi gedung Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Sekupang telah selesai, dan pekerjaan fisik ditargetkan dimulai pada November 2026. Sementara itu, lahan seluas 1,2 ha untuk parkir dan bangunan penunjang masih diproses, sedangkan AMDAL dan persetujuan bangunan gedung juga masih diselesaikan.

Rumah sakit internasional ini berada di wilayah Sekupang seluas 23,10 ha, bagian dari KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam atau KEK Batam yang ditetapkan melalui PP 39/2024. Rencana kawasan itu mencakup rumah sakit BP Batam, akademi keperawatan, MedTech Park, perumahan dokter, asrama, hotel, dan ritel.

Dengan lahan sekitar 2,9 ha, MABIH baru menempati sekitar 13% dari wilayah Sekupang, sehingga sebagian besar kawasan masih tersedia untuk fungsi lain.

Bagi pembaca properti, nilainya tidak berhenti pada bangunan rumah sakit. Menurut Dewan Nasional KEK, kawasan ini diarahkan untuk meningkatkan medical tourism.

Rencana yang dipaparkan BP Batam juga memuat akomodasi di Nongsa bagi wisatawan, pasien, dan keluarga pendamping, yang berpotensi memperluas kebutuhan fungsi pendukung di sekitar rumah sakit.

Dari rencana kawasan, tiga fungsi paling relevan bagi pasar properti. Pertama, hunian tenaga kesehatan melalui perumahan dokter dan asrama. BP Batam menyebut KEK ini memungkinkan dokter dan paramedis asing berpraktik, sehingga kebutuhan hunian bagi tenaga kesehatan dapat ikut berkembang.

Kedua, hotel di Sekupang merupakan bagian dari fasilitas kawasan. Ketiga, ritel sebagai fungsi pendukung aktivitas di kawasan kesehatan.

Dewan Nasional KEK menetapkan target investasi Rp6,91 triliun hingga tahun 2032 untuk seluruh KEK Batam, mencakup Sekupang dan Nongsa, sedangkan BP Batam kini memperkirakan investasi MABIH sekitar Rp1,7 triliun. Target beroperasi yang semula 2026 pun bergeser menjadi target penyelesaian proyek pada tahun 2027.

Jika kawasan ini terbentuk, Sekupang berpotensi menjadi kawasan fungsional campuran yang memadukan kesehatan, pendidikan, hunian, dan akomodasi.

Perkembangan kawasan ini memang bertahap, pengembang perlu mencermati kepastian konstruksi dan masuknya investor, sehingga mampu menyiapkan produk yang tepat sasaran, dengan peluang yang terus tumbuh seiring kawasan yang semakin prospektif.

 

Penulis: Junilla Tristanti

Sumber:

https://www.antaranews.com

https://sumatra.bisnis.com/

https://bpbatam.go.id/

https://www.ekon.go.id/ 

Share:
Back to Blogs