Mengenal 4 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Batam

Friday, 9 October 2026

Dalam perjalanan tumbuhnya sebagai kota industri, Batam dilengkapi dengan 4 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yaitu KEK Nongsa, KEK Batam Aero Technic (BAT), KEK Tanjung Sauh, dan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam.

KEK Nongsa dan KEK Batam Aero Technic merupakan 2 KEK yang saat ini sudah beroperasi. Sementara itu, 2 lainnya, KEK Tanjung Sauh dan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, saat ini masih dalam proses pengembangan.

KEK Nongsa, ditetapkan melalui PP No.68 Tahun 2021 sebagai KEK Digital, dengan luas 166,45 hektare, memiliki kegiatan utama pada pengembangan teknologi digital, data center, IT, ekonomi digital, ekonomi kreatif, pariwisata, bahkan pengembangan AI. Di tengah kematangan Batam sebagai kota industri berbasis manufaktur, KEK Nongsa memperkuat peran Batam yang baru menuju pusat ekonomi digital, dengan target pasar dari kawasan regional dan global.

Bahkan Sekjen Dewan Nasional KEK menyebutkan bahwa KEK Nongsa, memiliki realisasi investasi yang potensial di tahun 2025. Dari target investasi sekitar Rp2,8 T, realisasinya mencapai Rp7,1 T. Dengan kegiatan/aktivitas utama bergerak di bidang data center, saat ini tenant yang sudah beroperasi di KEK Nongsa (Nongsa Digital Park) adalah Infinite Studios, Golden Digital Gateway, DayOne, BW Digital, Princeton Digital Group (PDG), NeutraDC, Gaw Capital, Racks Central, dsb. KEK Nongsa didapuk Kemenko Perekonomian sebagai gerbang digital utama Indonesia.

Kemudian, KEK yang juga sudah beroperasi adalah KEK Batam Aero Technic (BAT), yang ditetapkan melalui PP No.67 Tahun 2021, sebagai KEK Jasa Lainnya, berbasis aviasi, atau MRO (maintenance, repair, overhaul) Hub. KEK BAT, dengan luas sekitar 30 hektare, mulai beroperasi pada tahun 2022 dan juga memberikan layanan logistik, fabrikasi, dan training terkait penerbangan.

KEK BAT terintegrasi langsung dengan Bandara Hang Nadim, dengan jangkauan layanan pasar menargetkan area regional Asia Pasifik. Saat ini KEK BAT telah memiliki 4 hanggar maintenance dengan 2.269 tenaga kerja, dan ekspansi hanggar masih terus berlanjut hingga saat ini. 

Pada tahun ini, KEK BAT melayani beberapa maintenance, di antaranya untuk AirSwift ATR72-600, Cebu Pacific A330-900neo dan Lion Air. Bahkan Kemenko Perekonomian menyebutkan bahwa, Goodrich, Rockwell Collins, Proponent, Collins Aerospace, Boeing, Teledyne Technologies, Meggitt, Honeywell dan Hamilton Sundstrand adalah di antara institusi yang berpotensi menjadi mitra strategis bagi KEK BAT.

Sementara itu, KEK Tanjung Sauh ditetapkan melalui PP No.24 tahun 2024, sebagai pusat manufaktur, energi dan logistik, dengan luas area berkisar 840,67 hektar. Saat ini KEK Tanjung Sauh tengah masuk dalam fase konstruksi. Sedangkan KEK Pariwisata & Kesehatan Internasional Batam telah ditetapkan melalui PP No.39 Tahun 2024, dengan luas area pengembangan berkisar 47,17 hektare.

Penetapan ke-4 KEK tentu berbasis pertimbangan yang akurat, berdasarkan keunggulan komparatif wilayah, yang didukung oleh posisi geografis, arahan kebijakan dan sumber daya manusia. Ragam fungsi KEK ini tidak hanya memberikan layanan lokal dan nasional, tetapi juga menjangkau pasar regional dan global. Dengan demikian, arah pengembangan Batam sebagai regional hub yang berdaya saing diharapkan dapat terwujud, dengan berbagai kelengkapannya sebagai global city. 

 

Penulis: Syarifah Syaukat

Sumber:

https://kek.go.id/

https://www.channelnewsasia.com/

https://www.batamaerotechnic.com/

https://www.ekon.go.id/

Share:
Back to Blogs