Sektor Industri dan Logistik Tetap Menarik di Tengah Dinamika Pasar

Friday, 30 October 2026

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika rantai pasok dunia, sektor industri dan logistik di Indonesia justru menunjukkan ketahanan yang kuat sepanjang tahun 2026. Minat investor dan tenant terhadap kawasan industri dan ruang logistik tetap tinggi, didorong oleh pergeseran strategi manufaktur global yang kini mengutamakan stabilitas jangka panjang dibandingkan reaksi cepat terhadap fluktuasi tarif dagang.

Knight Frank dalam Horizon Report berjudul From Whiplash to Resilience memproyeksikan permintaan ruang manufaktur di Indonesia tumbuh 15–20% dalam tiga tahun ke depan, dipimpin oleh sektor elektronik, otomotif, dan logistik yang mencari fasilitas purpose-built jangka panjang.

Pergeseran menuju model “Asia untuk Asia” turut mempercepat tren ini, tercermin dari lebih dari 65% keputusan investasi rantai pasok kini didorong oleh konsumsi intra-Asia, sementara strategi China+1 telah menjadi model operasi standar bagi banyak perusahaan multinasional, bukan sekadar respons sementara terhadap tarif.

Peta kawasan industri Indonesia mulai bergeser dari dominasi tiga submarket lama, yaitu Bekasi, Karawang, dan Cilegon, menuju wilayah baru seperti Kabupaten Batang, Jawa Barat. Hingga April 2026, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) telah menampung 93 tenant dengan total investasi Rp23 triliun dan 53% di antaranya bergerak di industri padat teknologi.

Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip, menggambarkan fenomena tersebut sebagai transformasi menuju “ekosistem industri multi-nodal”, yaitu pola pertumbuhan yang tersebar di sejumlah pusat industri yang saling melengkapi, alih-alih bergantung pada satu wilayah dominan.

Sektor logistik turut menopang tren positif tersebut. Ruang logistik di Jabodetabek mencatat peningkatan okupansi yang diikuti kenaikan harga sewa, dengan permintaan datang dari beragam tenant seperti 3PL, perusahaan logistik, data center, otomotif, e-commerce, dan FMCG.

Pasar warehouse Greater Jakarta juga tercatat sebagai salah satu yang tumbuh positif di Asia Tenggara, sejajar dengan Manila, Singapura, Ho Chi Minh City, dan Bangkok, berbeda dengan tren pelemahan yang terjadi di Asia Timur akibat perdagangan yang melambat.

Optimisme tersebut juga tercermin dari sisi pasokan mendatang. Terdapat rencana pengembangan setidaknya 19 kawasan industri baru di berbagai wilayah Indonesia, belum termasuk kawasan industri di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tersebar di sekitar 27 titik.

Sementara itu, di wilayah timur, Surabaya dan Makassar direncanakan memiliki kawasan industri baru seluas sekitar 1.420 hektare dan 4.186 hektare. Sementara itu, ekspansi di wilayah barat berlanjut di Tangerang, Karawang, Bekasi, Subang, Semarang, dan Medan.

Dengan kombinasi faktor demografi produktif, biaya operasional yang kompetitif, pasokan lahan baru yang terus bertambah, serta ekosistem multi-nodal yang terus berkembang, sektor industri dan logistik Indonesia diperkirakan tetap menjadi destinasi investasi yang menarik meski dinamika pasar global masih penuh ketidakpastian ke depannya.

 

Penulis : Roki Abdillah

Sumber :

https://kfmap.asia/research/asia-pacific-horizon-whiplash-to-resilience/4039

https://kfmap.asia/blog/peta-industri-indonesia-bergeser-kabupaten-batang-jadi-titik-barunya/5214

https://kfmap.asia/blog/pasokan-mendatang-kawasan-industri-di-indonesia/839

https://propertynbank.com/

https://www.antaranews.com/

Share:
Back to Blogs
© 2026 PT Willson Properti Advisindo. KFMap.