Pertengahan Oktober 2026, krisis BBM melanda Bali dan memicu antrean panjang di hampir seluruh SPBU sejak 14 Oktober 2026. Gangguan distribusi energi tersebut menjadi ujian nyata bagi ketahanan bisnis pariwisata di destinasi yang perekonomiannya sangat bergantung pada kelancaran mobilitas wisatawan maupun pelaku usaha.
Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, konsumsi Pertalite di Bali hingga akhir September 2026 telah menembus 4.239.187 kiloliter, mencerminkan tingginya tekanan permintaan BBM sebelum terjadinya kelangkaan BBM di berbagai wilayah pulau tersebut.
Untuk mengurai antrean, Pertamina mendatangkan pasokan tambahan sebesar 57,9 juta liter, terdiri atas 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax, yang disalurkan secara bertahap pada 14 hingga 17 Oktober 2026 melalui Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran.
Perusahaan juga mengoperasikan 60 SPBU selama 24 jam serta mengalihkan sebagian armada mobil tangki dari Banyuwangi guna mempercepat pemulihan layanan distribusi BBM kepada masyarakat Bali.
Dari sisi ekonomi, Bank Indonesia Perwakilan Bali mencatat keterbatasan pasokan BBM menimbulkan keterlambatan layanan transportasi wisatawan, penjemputan tamu hotel, hingga pengiriman kebutuhan operasional sektor perhotelan seperti bahan makanan, minuman, dan jasa laundry.
Meski demikian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi Bali diperkirakan bersifat terbatas dan sementara seiring proses normalisasi pasokan yang terus berlangsung. Senada dengan itu, survei internal DPD Bali yang dilakukan pada 14 hingga 17 Oktober 2026 turut memetakan gangguan operasional hotel akibat krisis BBM, sekaligus mendorong tujuh rekomendasi mitigasi agar rantai pasok energi di masa mendatang dikelola lebih terencana dan terintegrasi.
Akademisi Universitas Warmadewa, Putu Rumawan Salain, turut menilai bahwa gangguan BBM membuat pariwisata, transportasi, dan penyeberangan seperti rute Sanur–Nusa Penida mengalami berbagai kendala operasional yang signifikan.
Dampak di lapangan juga terekam nyata di Karangasem, sejumlah reservasi hotel dibatalkan dan wisatawan memilih check-out lebih awal akibat kemacetan panjang di jalur-jalur menuju destinasi wisata.
Namun demikian, Dinas Pariwisata (Dispar) Bali memastikan pada 20 Oktober 2026 bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik secara keseluruhan tidak mengalami penurunan yang drastis, kendati tetap terjadi penyesuaian pola perjalanan selama krisis berlangsung.
Ke depan, normalisasi pasokan BBM yang terus dipercepat oleh Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Bali diharapkan mampu memulihkan mobilitas wisatawan sepenuhnya, sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi Bali sebagai destinasi pariwisata internasional dalam jangka pendek maupun panjang.
Penulis : Roki Abdillah
Sumber :
https://pertaminapatraniaga.com/
https://www.bi.go.id/
https://kabardewata.com/
https://batampos.jawapos.com/
https://www.balipost.com/
https://www.kompas.com/
https://www.antaranews.com/