Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator dalam mengukur kemajuan suatu wilayah. Pertumbuhan positif akan meningkatkan lapangan pekerjaan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat. Hal ini biasa didorong melalui penanaman modal, peningkatan keterampilan SDM, penggunaan teknologi, dan lain-lain.
Di masa kini, pembangunan ekonomi berkelanjutan mulai menarik perhatian di beberapa negara, seperti Indonesia. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia terkait pentingnya pelestarian lingkungan, yang tercermin juga dari upaya pemerintah dalam mengusung Net Zero Emission pada tahun 2060 dan mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan adalah dengan menggunakan konsep green financing atau pembiayaan hijau. Konsep ini dapat didefinisikan sebagai investasi keuangan yang mengalir ke proyek-proyek pembangunan berkelanjutan dan kebijakan yang mendorong pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Di Indonesia, green financing merupakan dukungan menyeluruh dari industri jasa keuangan untuk pertumbuhan berkelanjutan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.
Implementasi green financing di Indonesia dilakukan dalam berbagai bentuk kebijakan dan instrumen. Salah satunya yaitu pembiayaan proyek ramah lingkungan seperti green sukuk, yaitu instrumen pembiayaan berbasis syariah untuk mendanai proyek yang mendukung pelestarian lingkungan, seperti konservasi hutan, pengelolaan limbah, pengembangan EBT, dan sebagainya.
Selain Indonesia, negara-negara lain seperti Jerman dan China juga turut berpartisipasi dalam penerapan green financing. China berambisi untuk menjadi pelopor green financing. Pemerintah China memberikan perintah kepada bank-bank di China untuk mengembangkan green financing. Negara ini juga menerbitkan pedoman bangunan sistem green financing untuk mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam.
Jerman mulai menetapkan peraturan ketat dalam penggunaan kendaraan bermotor dan ditargetkan bahwa pada setidaknya tahun 2030, semua mobil di Jerman akan menjadi kendaraan bebas emisi.
Isu keberlanjutan lingkungan terus menjadi permasalahan besar di seluruh dunia selama beberapa tahun terakhir. Upaya penerapan green financing menjadi salah satu bentuk solusi dalam merespons permasalahan ini dengan mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.
Ke depannya, green financing dapat memberikan ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Penulis: Pangripta Rahma
Sumber:
https://klc2.kemenkeu.go.id/
https://www.kompasiana.com/
https://www.ocbc.id/
https://www.gramedia.com/