Arah investasi industri Batam telah memasuki babak baru menuju ekosistem hijau, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Galang Bumi Industri pada 28 Oktober 2026.
Kerja sama tersebut menjadi fondasi pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park di Pulau Galang, sebuah kawasan industri berbasis energi hijau dan teknologi ramah lingkungan pertama di Batam.
Pembangunan tahap pertama direncanakan di atas lahan seluas 150 hektare dan diproyeksikan dapat menyerap hingga ribuan tenaga kerja begitu konstruksi dimulai pada awal 2027.
Kawasan ini nantinya akan terintegrasi sebagai ekosistem industri bernilai tambah, mencakup hilirisasi pasir silika dan pengembangan industri semikonduktor, sejalan dengan upaya memperkuat industri teknologi tinggi berbasis sumber daya alam domestik.
Sebagai bagian dari komitmen investasi, PT Galang Bumi Industri turut akan membangun infrastruktur pendukung berupa jalan yang kelak dihibahkan kepada BP Batam.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut kerja sama tersebut sangat relevan dengan momentum investasi Batam yang terus menguat. Hingga Triwulan III 2026, realisasi investasi Batam telah mencapai Rp59,89 triliun dari target tahunan sebesar Rp70 triliun, sementara pertumbuhan ekonomi kota ini telah menyentuh angka 7,28%, melampaui rerata pertumbuhan ekonomi provinsi dan juga nasional.
Ia turut menegaskan bahwa PSN Wiraraja akan bersifat komplementer dengan proyek strategis nasional lain di Batam, yakni Rempang Eco City. Sehingga memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi investasi hijau berkelanjutan.
Momentum positif tersebut juga didukung oleh kinerja infrastruktur logistik pendukung kawasan industri. Hingga Triwulan III 2026, aktivitas general cargo di Pelabuhan Batam tercatat menembus 9,5 juta ton, mengindikasikan meningkatnya arus distribusi bahan baku dan produk industri yang sejalan dengan ekspansi kawasan-kawasan baru di kota ini.
Tren tersebut melanjutkan momentum ekspansi sektor industri Batam yang sebelumnya tercatat memiliki 25 kawasan industri dengan luas total 2.002 hektare dan lebih dari 1.300 perusahaan beroperasi di dalamnya, dengan realisasi investasi 2025 mencapai Rp69,30 triliun.
Pergeseran dari kawasan industri konvensional menuju ekosistem hijau dan smart-eco mencerminkan transformasi strategi pengembangan properti industri Batam, dari sekadar menyediakan lahan produksi menjadi kawasan terintegrasi yang berorientasi pada keberlanjutan, efisiensi energi, dan daya saing investasi jangka panjang ke depan.
Penulis : Roki Abdillah
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/batam-di-tengah-ekspansi-ekonomi-regional-memperkuat-sektor-industri/5279
https://kabarbatam.com/
https://www.industry.co.id/
https://batampos.co.id/
https://j5newsroom.com/
https://www.antaranews.com/