Perubahan iklim menjadi isu global yang semakin sering dibicarakan. Berbagai pihak kini berupaya mencari cara untuk menjaga lingkungan agar tidak semakin rusak. Salah satu inovasi yang mulai banyak diterapkan adalah pembangunan gedung dan hunian yang ramah lingkungan. Konsep ini dikenal dengan istilah green building.
Data BMKG menunjukkan bahwa suhu rata-rata di Indonesia mengalami kenaikan sekitar 0,03°C setiap tahun dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Apabila tren peningkatan ini terus berlangsung, berbagai ekosistem serta sejumlah wilayah pesisir berpotensi menghadapi risiko tenggelam di masa mendatang.
Green building merupakan konsep pembangunan yang dirancang untuk mengurangi dampak negatif bangunan terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Penerapan konsep ini mencakup berbagai aspek, mulai dari efisiensi energi dan air, kualitas udara dalam ruangan, hingga penggunaan material yang lebih ramah lingkungan.
Penerapan green building juga memberikan berbagai manfaat. Dari sisi kenyamanan, bangunan hijau dirancang dengan memperhatikan ventilasi, pencahayaan alami, suhu ruangan, tingkat kebisingan, serta kualitas udara dalam ruang. Kondisi tersebut dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi penghuninya, bahkan berpotensi meningkatkan produktivitas.
Selain itu, konsep ini juga mampu menghemat penggunaan air. Pemanfaatan air hujan, sistem daur ulang air, serta penggunaan perangkat sanitasi hemat air menjadi beberapa cara untuk mengurangi konsumsi air. Dengan sistem ini, air dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan seperti irigasi, sanitasi, atau pendinginan bangunan.
Dari sisi ekonomi, green building juga dapat menekan biaya operasional bangunan. Penggunaan energi yang lebih efisien, misalnya melalui pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya atau penggunaan peralatan hemat energi seperti lampu LED dan AC inverter, dapat mengurangi konsumsi listrik secara signifikan. Selain itu, desain bangunan yang lebih adaptif dan penggunaan material yang tahan lama membuat bangunan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Konsep ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Penerapannya mendukung penggunaan energi bersih dan efisiensi energi dalam SDG 7, mendorong terciptanya kota dan permukiman berkelanjutan dalam SDG 11, serta penggunaan material ramah lingkungan dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dalam SDG 12.
Selain itu, upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor bangunan turut mendukung penanganan perubahan iklim dalam SDG 13, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat melalui kualitas udara yang lebih baik dalam SDG 3.
Dengan berbagai manfaat tersebut, green building tidak hanya menjadi solusi bagi efisiensi energi, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Penulis: Farah Septiawardahni
Sumber:
https://iklim.bmkg.go.id/
https://environment-indonesia.com/
https://binus.ac.id/